Berteriak, Cara Juara SEA Games Ini Mendapatkan Ketenangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda, Angga Pratama dan Ricky Karanda Suwardi. Badmintonindonesia.org

    Pasangan ganda, Angga Pratama dan Ricky Karanda Suwardi. Badmintonindonesia.org

    TEMPO.COJakarta - Mengetahui dua smesnya menyangkut di net, pemain bulu tangkis ganda putra nasional, Angga Pratama, berteriak kencang dan merebahkan dirinya di atas lapangan bulu tangkis di Pusat Latihan Bulu Tangkis Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Jakarta Kamis, 6 Agustus 2015. 

    Setelah itu, ia bangun dan berjalan seperti biasa menuju pinggir lapangan. Bukan hanya Angga, kebanyakan atlet lain juga melakukan hal sama.

    "Ya mungkin supaya kami merasa lepas," kata Angga saat ditanya apa manfaat teriakannya itu. "Kami meluapkan kekesalan."

    Metode berteriak ini juga digunakan Angga saat menjalani pertandingan. "Saya suka melakukan hal itu, terutama dalam keadaan tertekan. Saya biasanya berteriak," ucapnya.

    Angga bersama partnernya, Ricky Karanda Suwardi, akan berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis yang akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 10-16 Agustus 2015. Oleh pelatih, mereka diberi target bisa mencapai semifinal. Untuk mencapai itu, menurut Angga, fokus dalam pertandingan merupakan hal penting.

    "Kalau lebih fokus, kami bisa mengeluarkan seluruh kemampuan," ujar Angga.

    Angga/Ricky kini menjadi andalan di samping jagoan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Baru-baru ini, Angga/Ricky mendapatkan medali emas di SEA Games Singapura 2015 yang berlangsung Juni lalu. Mereka berdua juga pernah membuat kejutan dengan menjuarai turnamen berlevel tinggi, yaitu Super Series Singapura Terbuka 2015.  

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.