Tim Pengawas Dewan Olimpiade Asia Kunjungi Palembang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Venue Jakabaring Sport City yang akan dugunakan dalam perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa se-ASEAN di Palembang, 9 Desember 2014. Perhelatan tersebut dibuka pada 10 Desember 2014. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Venue Jakabaring Sport City yang akan dugunakan dalam perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa se-ASEAN di Palembang, 9 Desember 2014. Perhelatan tersebut dibuka pada 10 Desember 2014. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO , Jakarta:Sebanyak 17 orang Tim Pengawas Dewan Olimpiade Asia (OCA) kembali akan mengunjungi Palembang, Senin, 10 Agustus 2015. Tim yang dipimpin oleh Presiden OCA Jepang, Tsunekazu Takeda akan meninjau kesiapan Palembang sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018.

    "Mereka akan mengecek kesiapan infrastruktur kota Palembang yang sudah dipersentasekan kepada mereka sebelumnya," kata Ahmed Solihin, Ketua Komisi Keuangan dan Anggaran Komite Olimpiade Indonesia (KOI) saat dihubungi, Minggu, 9 Agustus, 2015.

    Ahmed mengatakan infrastruktur yang dimaksud di antaranya adalah transportasi dan akomodasi, kampung atlet, rumah sakit, serta kontrol lalulintas saat perhelatan olahraga se-Asia itu berlangsung. "Panitia akan kembali menjelaskan secara teknis semua bentuk kegiatan di setiap tempat yang dikunjungi," ucap Ahmed.

    OCA dengan pemerintah Indonesia sepakat membagi tiga tuan rumah perhelatan Asian Games 2018. Selain Palembang, tuan rumah lainnya adalah Jakarta dan Jawa Barat. Khusus untuk Palembang, sebanyak 11 cabang olah raga yang bakal dimainkan di sana yakni sepakbola, bisbol, bridge, kano/kayak, kriket, dayung, sofbal, menembak, triatlon, voli pantai, dan pentathlon.

    Menurut Ahmed, tim OCA juga akan tur ke arena cabang olahraga salah satunya Danau Jakabaring Sport City (JSC), tempat perhelatan olahraga kano/kayak. Stadion Gelora Sriwijaya di Jakabaring juga tak ketinggalan menjadi tempat kunjungan.

    Ahmed yakin OCA tak akan mempersoalkan fasilitas olahraga di Palembang, karena sudah kerap menjadi perhelatan olahraga internasional. "Tapi panitia tetap akan melaporkan sejumlah hal yang perlu diperbaiki untuk memenuhi standar OCA," kata Ahmed.

    Ahmad Najib, Wakil Ketua Panitia Persiapan Asian Games Palembang, mengatakan sudah siap menyambut kedatangan tim pengawas OCA. Panitia tak terlalu kerepotan untuk mempersiapkan segala hal lantaran infrastruktur olahraga di Palembang sudah cukup memadai. "Apa yang sudah dikoordinasikan dengan KOI, sudah semua kami siapkan," katanya saat dihubungi, Minggu, 9 Agustus 2015.

    Infrastruktur olahraga Palembang, Najib melanjutkan, sudah teruji melalui kejuaraan internasional seperti SEA Games 2011 dan Islamic Solidarity Games 2013. Sehingga fasilitas yang terintegrasi di ibu kota Sumatera Selatan itu sudah siap sejak awal.

    Catatan perbaikan yang diberikan OCA juga sudah terpenuhi, misalnya dari segi transportasi, data informasi tentang penerbangan maskapai dan infrastruktur Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II sudah rampung. Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pesta olahraga tersebut juga sudah cukup besar.

    Najib menambahkan pemerintah pusat juga sudah mendanai pembangunan moda teransportasi Light Rapid Transport (LRT) dari Pelabuhan Udara Sutan Mahmud Badarudiin II (Palembang) menuju Gelanggang Olahraga (GOR) Jakabaring. Begitupula dengan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 139 kilometer dan Palembang-Simpang Indralaya sepanjang 22 kilometer
    "Kami yakin standar OCA sudah terpenuhi," kata Najib.

    TRI SUHARMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.