Carolina Marin Lolos ke Semifinal Kejuaraan Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis Spanyol, Carolina Marin, berpose dengan trofi usai kalahkan Saina Nehwal dari India (tidak digambarkan) di final tunggal putri All England di Birmingham, Inggris, 8 Maret 2015. AFP/BEN STANSALL

    Pebulutangkis Spanyol, Carolina Marin, berpose dengan trofi usai kalahkan Saina Nehwal dari India (tidak digambarkan) di final tunggal putri All England di Birmingham, Inggris, 8 Maret 2015. AFP/BEN STANSALL

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara bertahan tunggal putri asal Spanyol, Carolina Marin, lolos ke babak semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015 setelah mengalahkan satu-satunya wakil tunggal putri Cina yang tersisa, Wang Shixian, di Istora Gelora Bung Karno, Jumat, 14 Agustus 2015. Marin menang straight game, 21-17, 21-19.

    Seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya, dia mendapat dukungan penuh dari penonton Indonesia yang hadir di Istora. Berbagai macam teriakan, termasuk “Habisin!”—saat Marin mencapai match point—deras mengalir.

    “Saya harus berterima kasih kepada penonton,” kata Marin di konferensi pers seusai pertandingan. “Luar biasa. Banyak yang mendukung saya.”

    Menurut Marin, dukungan penonton ini bermanfaat baginya. “Saat Anda lelah atau saat lawan Anda unggul, Anda berada di situasi sulit,” ujarnya. “Tapi saat penonton memberi dukungan, saya merasa memiliki kekuatan lebih.”

    Setelah unggul 21-17 di game pertama, Marin sempat melalui masa-masa sulit di game kedua. Wang bisa mengontrol permainan dan bahkan sempat unggul 19-18.

    “Saya melakukan kesalahan-kesalahan dan memang Wang bermain dengan baik,” tutur Marin. “Tapi kemudian saya mencoba mengontrol bagian belakang dan saya berusaha tidak membuat kesalahan. Saya hanya menahannya hingga dia yang membuat kesalahan sendiri.”

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.