Bermain Tenang, Lindaweni Hempaskan Pemain Taiwan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri usai mencetak angka saat bertanding melawan pebulutangkis tunggal putri Jepang, Minatsu Mitani pada Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, 12 Agustus 2015. Lindaweni Fanetri berhasil melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan Minatsu Mitani dengan skor 19-21, 21-14, dan 21-11. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri usai mencetak angka saat bertanding melawan pebulutangkis tunggal putri Jepang, Minatsu Mitani pada Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, 12 Agustus 2015. Lindaweni Fanetri berhasil melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan Minatsu Mitani dengan skor 19-21, 21-14, dan 21-11. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet putri pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Linda Wenifanetri  menyebut bermain tidak terburu-buru adalah rahasia permainannya pada perempat final  Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015 yang menghidupkan kembali peluang merebut medali emas tunggal putri Indonesia setelah Susi Susanti melakukannya pada Kejuaraan Dunia 1993.

    Dia lolos ke semifinal Kejuaraan Dunia 2015 usai melewati hadangan Taiwan Tai Tzu Ying dalam perempat final, hari ini, dengan 14-21, 22-20, 21-12 dalam waktu 68 menit.

    "Pada game kedua, saya sudah ketinggalan 15-20. Tapi, saya tidak ingin bermain buru-buru. Kalau saya buat kesalahan, musuh akan menang," kata Linda.

    Linda menganggap permainan Tzu Ying mulai melemah dan terlalu buru-buru ingin menang setelah meraih poin 18 pada game kedua.

    "Pelatih tadi mengatakan saya punya kesempatan pada game ketiga. Saya berusaha memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya," kata Linda.

    Linda bangga lolos ke semifinal karena nomor tunggal putri tidak dibebani target oleh PBSI.

    "Saya ingin membuktikan diri dalam kejuaraan ini dan memberikan permainan maksimal yang terbaik. Semula saya hanya ingin lolos dari pemain Jepang Mitani," kata Linda.

    Sebaliknya, Tzu Ying mengaku tidak dapat bermain dengan fokus pada game kedua dan sering melakukan kesalahan sendiri.

    "Kesalahan-kesalahan itu membuat konsentrasi saya buyar pada game ketiga. Tekanan hari ini besar. Suara dari kursi penonton sangat kencang," kata Tzu Ying.

    Linda akan menghadapi pemenang pertandingan antara pemain India Saina Nehwal dengan tunggal putri Tiongkok Wang Yihan dalam semifinal esok.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.