Mengintip Bintang Bulu Tangkis Dunia Menginspirasi Anak-anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis legendaris Dunia, Peter Gade (kiri) dan Lee Chong Wei (kanan) bersalaman dengan Pebulutangkis Indonesia Rexy Mainaky dan Candra Wijaya pada pertandingan persahabatan ajang Yonex Legends Vision 2015 di Jakarta, 17 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pebulutangkis legendaris Dunia, Peter Gade (kiri) dan Lee Chong Wei (kanan) bersalaman dengan Pebulutangkis Indonesia Rexy Mainaky dan Candra Wijaya pada pertandingan persahabatan ajang Yonex Legends Vision 2015 di Jakarta, 17 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wajah Rahel Alleysa semringah setelah bermain tepok bulu bersama bintang bulu tangkis dunia yang selama ini hanya bisa dia lihat melalui televisi, Peter Gade, di Gedung Olahraga Bulu Tangkis Asia-Afrika, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2015.

    Tinggi badan gadis 11 tahun itu mungkin hanya seperempat tubuh Gade, yang mencapai 183 sentimeter. Tapi pukulan-pukulan Rahel membuat mantan pemain Denmark yang sudah pensiun itu terkesan. Ratusan pelajar yang menonton permainan itu pun bersorak.

    Rahel adalah satu di antara beberapa pemain cilik yang berkesempatan bermain bulu tangkis bersama Gade dalam acara "The Legends Vision"—kegiatan yang dimotori bintang-bintang bulu tangkis, yaitu Taufik Hidayat (Indonesia), Peter Gade (Denmark), Lee Chong Wei (Malaysia), dan Lin Dan (Cina)--untuk mempromosikan olahraga bulu tangkis kepada penggemar bulu tangkis dan masyarakat luas. Rangkaian kegiatan yang disponsori perusahaan perlengkapan olahraga Jepang, Yonex, ini mencakup talk show, klinik pelatihan, dan pertandingan ekshibisi.  

    "Mereka punya pukulan-pukulan yang alami,” kata Gade, memberi kesan atas permainan yang baru saja ia lalui. “Pemain-pemain Indonesia memang seperti itu. Saya menyukainya."

    Di Gedung Bulu Tangkis Asia-Afrika itu, Gade, Taufik, dan Chong Wei—Lin Dan berhalangan hadir—juga mempresentasikan kekuatan yang menjadi ciri khas masing-masing. Pemaparan teknik andalan ini dipandu oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono. Taufik, misalnya, memiliki keistimewaan smes backhand yang sangat kuat. “Tapi smes ini tidak bisa selalu dilakukan. Hanya saat ada bola yang pas saja,” juara Olimpiade Athena 2004 ini menjelaskan.

    “Saya deg-degan, tapi senang,” kata Rahel, yang mulai bermain bulu tangkis sejak berusia 8 tahun. “Kapan lagi bisa bertemu Peter Gade. Saya pernah melihat dia di televisi.”

    Rahel, yang saat ini dibina di Perkumpulan Bulu Tangkis Exist, Cibinong, Bogor, mengatakan bermain dengan selebritas bulu tangkis, seperti Gade, memberinya dorongan lebih untuk mencapai cita-citanya: menjadi pemain bulu tangkis terkenal seperti sang idola, Carolina Marin, juara dunia tunggal putri asal Spanyol. Rahel pun sempat menonton idolanya itu bertanding di Istora Gelora Bung Karno dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015, pekan lalu.  

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.