Setelah Kejuaraan Dunia, PBSI Ubah Pola Latihan Sektor Ganda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan melakukan penghormatan saat mendengarkan lagu Indonesia Raya dalam Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Jakarta, 16 Agustus 2015. Hendra-Ahsan menjadi Juara Dunia usai kalahkan pasangan ganda China, Liu Xiaolong dan Qiu Zihan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan melakukan penghormatan saat mendengarkan lagu Indonesia Raya dalam Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Jakarta, 16 Agustus 2015. Hendra-Ahsan menjadi Juara Dunia usai kalahkan pasangan ganda China, Liu Xiaolong dan Qiu Zihan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berencana menerapkan variasi pasangan atlet-atlet sektor ganda pelatnas dalam latihan dan kejuaraan agar mental atlet lebih terbangun.

    "Saya sudah sampaikan ke Eng Hian agar latihan Greysia/Nitya diperlakukan berbeda dengan bermain bersama pasangan atlet laki-laki lebih banyak," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rexy Mainaky di Jakarta, Senin.

    Rencana variasi pasangan sektor ganda PBSI itu dilatarbelakangi kekalahan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dari pasangan Cina Tian Qing/Zhao Yunlei serta Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari Zhang Nan/Zhao Yunlei dalam putaran semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015 di Jakarta.

    "Saya juga sudah berbicara dengan Richard agar pemain tidak selalu berlatih pada sektor ganda campuran. Jika memungkinkan, pemain dapat bermain pada ganda lain. Sebelum Olimpiade, kalau perlu, pemain bermain dua pertandingan ganda agar terbiasa," kata Rexy.

    Rexy mengatakan atlet-atlet pelatnas yang telah menempati peringkat puncak dunia seringkali menghadapi persoalan psikologis dibanding masalah teknis saat menghadapi lawan sesama pemain unggulan.

    "Tontowi/Liliayana pasti sudah tahu cara bermain Zhang/Zhao seperti apa. Begitu pula sebaliknya. Tinggal bagaimana keyakinan mereka saat bertanding. Saya sudah sampaikan ke Tontowi agar cara bermain dan cara berpikir seperti pada game kedua semifinal. Itu demi Olimpiade. Jika bermain dan berpikir seperti game ketiga, lupakan Olimpiade," katanya.

    Rexy menilai Praveen Jordan yang berpasangan dengan Debby Susanto pada ganda campuran juga perlu banyak konsultasi dengan pelatih untuk menentukan pola permainan saat bertanding.

    "Praveen dari segi pola, dia tidak dapat kesabaran. Riky/Richi sering turun pola permainannya. Itu lebih bayak faktor mental dan kepercayaan diri," kata Rexy.

    Sementara pada nomor ganda putri, lanjut Rexy, pasangan Tiongkok juga telah mengetahui kekuatan Greysia/Nitya sehingga dapat melakukan serangan yang mematikan pada menit-menit terakhir.

    "Zhao kemarin melawan dengan pelan-pelan tidak terburu-buru. Tapi saat menit terakhir, dia melakukan smash. Mungkin kecepatan Greysia tidak dapat ditambah. Greysia dan Nitya harus banyak latihan dengan atlet-atlet putra," kata mantan atlet yang pernah berpasangan dengan Riky Soebagja itu.

    Meski berencana memvariasikan pasangan atlet ganda, Rexy menambahkan penggantian pasangan perlu perencanaan yang matang dengan mengetahui perolehan poin atlet-atlet yang diproyeksikan menuju Olimpiade.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.