Kejuaraan Tenis Meja, David Jacobs Rebut Piala UT-Tempo 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis meja nasional, David Jacobs, bertanding di kejuaraan Nasional Piala Universitas Terbuka (UT) - Tempo di Kampus UT, Tangerang Selatan, 22 Agustus 2015. Sebanyak 14  perusahaan dan 16 tim terjun di hari kedua kejuaraan ini. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Petenis meja nasional, David Jacobs, bertanding di kejuaraan Nasional Piala Universitas Terbuka (UT) - Tempo di Kampus UT, Tangerang Selatan, 22 Agustus 2015. Sebanyak 14 perusahaan dan 16 tim terjun di hari kedua kejuaraan ini. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain tenis meja nasional, Dian David Michael Jacobs, merebut Piala Universitas Terbuka (UT)-Tempo 2015. Dia mengakhiri perlawanan ketat lima game dari Julius, 12-10, 11-7, 9-11, 11-13, 11-9, dalam babak final kategori umum nasional Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional UT-Tempo 2015, yang berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu, 23 Agustus 2015. (Lihat Video 32 Atlet Nasional Bertarung di Kejuaraan Tenis Meja Piala UT-Tempo)

    “Saya bersyukur karena ini pertama kalinya saya tampil di turnamen UT-Tempo,” kata David. “Ini memotivasi saya untuk terus berpestasi." David merupakan atlet tenis meja yang pernah merebut medali perunggu di Paralimpiade London 2012. Dia menjadi orang Indonesia pertama yang bisa meraih sebuah medali dalam perhelatan setingkat Olimpiade untuk atlet-atlet difabel itu.

    Mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional melawan atlet-atlet yang tidak ada dalam kategori difabel adalah salah satu caranya mengasah kemampuan untuk lebih bisa berprestasi dalam kejuaraan-kejuaraan internasional bagi atlet difabel.

    Setelah mengikuti kejuaraan tenis meja UT-Tempo ini, David akan mempersiapkan diri mengikuti ASEAN Paragames di Singapura, akhir tahun nanti. “Saya ingin mempertahankan medali emas yang saya peroleh di Myanmar 2013,” ujarnya. “Jadi, setelah ini saya akan terus berlatih. Tidak ada kata santai.”

    Adapun juara kategori umum nasional tahun lalu, Yon Mardiono, gagal mempertahankan gelar setelah kandas pada babak penyisihan grup. Yon hanya finis di posisi ketiga klasemen Grup A. Padahal, untuk dapat lolos ke babak 16 besar, seorang pemain harus menjadi juara atau runner-up grup.

    Pada kategori Divisi IV, Ferdian dari klub K-18 menjadi juara setelah mengalahkan Nanda dari klub Putra Sadewa dengan skor 9-11, 11-5, 11-5, 11-6. Sedangkan Fauzan dari klub K-18 menjadi juara Divisi V setelah mengalahkan Imam dari klub Hanenda SPL, 11-8, 7-11, 11-8, 3-11, 12-10.

    Pada kategori Korporat, KPP Pratama Tamansari II akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan tim Hotel Royal Darmo, 2-1. Masing-masing tim diperkuat pemain-pemain nasional. KPP Pratama Tamansari II diperkuat Ficky Supit, Arif Irawan, dan Bima Abdinegara, sedangkan Hotel Royal Darmo diperkuat Yon Mardiono, Dahlan Haruri, dan Lucky Oktora.

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.