Gelar Tinju Internasional Bakal Digelar Malam Ini di Papua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Ramdani

    TEMPO/ Ramdani

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju peringkat kedua Thailand, Suor Carry Boy, bakal melawan petinju nasional kelas bulu, Sam Ferload Puadi, dari Gelalani Boxing Camp, Sorong, Papua Barat, dalam laga tinju internasional di Gedung Olah Raga (GOR) Waringin, Kota Jayapura, Sabtu malam, 29 Agustus 2015.

    "Kedua petinju akan bertarung di kelas ringan junior 58,9 kilogram selama sepuluh ronde dalam kejuaraan nongelar Asian PAN Pasific," kata promotor tinju internasional, Michael Kambuaya, di Kota Jayapura, Papua, Sabtu siang, 29 Agustus 2015.

    Menurut Michael, alasan mendasar digelarnya tinju internasional di Papua adalah pihaknya ingin memacu para pemuda Papua menjadi petinju profesional. "Sebab, Papua memiliki potensi di bidang olahraga ini. Kami berharap nanti ada putra Papua mendapatkan gelar tinju dunia,” ucapnya.

    Sekretaris Jenderal Komite Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Adrian Ingratubun berujar, bakat tinju pemuda Papua sangat berkembang. Bahkan ada putra asli Papua, Hengky Baransano, yang tercatat sebagai peringkat keenam WBO Asia Pasific.

    "Selain petinju laki-laki, di Papua juga banyak ditemukan atlet tinju perempuan. Padahal di daerah lain, atlit tinju perempuan jarang ditemukan. Ini yang membuat Papua berbeda dengan daerah lain,” tutur Adrian.

    Anggota panitia penyelenggara pertandingan tinju tingkat internasional, Ucu Borlag, mengatakan digelarnya kegiatan ini bisa menyalurkan bakat dan meminimalkan nilai negatif atau stigma buruk pemuda Papua yang suka minuman keras.

    Jadi, ucap Ucu, pihaknya sangat berharap pertandingan tinju internasional ini nantinya dibuka langsung oleh Gubernur Papua Lukas Enembe. "Sebab ini, pertandingan tinju internasional antarnegara, Indonesia dan Thailand," ujarnya.

    Kejuaraan tinju internasional Papua ini juga memperebutkan sabuk emas Gubernur Papua Lukas Enembe di kelas Welter Yunior 63,5 kilogram antara Roy Tua Minihuruk, juara nasional Manihuruk Boxing Camp, Curup, Bengkulu, dan Geisler Ap, mantan juara nasional Kenambai Umbai BC, Kabupaten Jayapura, dalam 12 ronde.

    Selain itu, ada perebutan sabuk emas Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigjen Paulus Waterpauw untuk kelas Welter 66,6 kilogram antara Jhon 'Fox' Ruba, juara nasional versi FTI dari Armintan Boxing Camp, Tangerang, dan Ramadhan Werium, mantan juara nasional dari Animha Boxing Camp, Merauke, Papua, dalam delapan ronde.

    Juga ada perebutan sabuk emas Ketua DPRP Yunus Wonda pada kelas bantam 53,5 kilogram antara Paulus Baransano, peringkat kedua nasional dari Victoria Boxing Camp, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan Welen Marahena, peringkat kelima nasional dari Neinggolan Gym, Jakarta.

    Pertandingan lain adalah perebutan sabuk emas Danlantamal Papua pada kelas terbang yunior 49 kilogram antara Hengki Baransano, peringkat ketiga nasional dari Cenderawasih Boxing Camp, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan Melianus Mirin, peringkat keempat nasional dari Aplim Apom BC, Pegunungan Bintang, dalam delapan ronde.

    CUNDING LEVI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.