Tim Bulgaria Kalahkan Sulawesi Utara di Turnamen Bridge

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta melihat kartu yang dibagikan saat bermain judi di ajang World Series of Poker di Las Vegas, 9 Juli 2015. Sekitar 4.371 pemain poker profesional bersaing di ajang judi bergengsi tingkat dunia. AP/John Locher

    Peserta melihat kartu yang dibagikan saat bermain judi di ajang World Series of Poker di Las Vegas, 9 Juli 2015. Sekitar 4.371 pemain poker profesional bersaing di ajang judi bergengsi tingkat dunia. AP/John Locher

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim beregu Bulgaria meraih gelar juara dalam International Open Tournament Bridge Sarundajang Cup, di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

    Prestasi itu diraih setelah pada partai final di Manado, Senin, Bulgaria mengalahkan tim Sarundajang Sulut dengan total angka 134-82 IMP. Partai final tersebut memainkan tiga segmen, masing-masing 16 papan.

    Pada segmen pertama, tim Bulgaria mengalahkan Sarundajang Sulut 41-17 IMP dan segmen kedua 48-16 IMP. Namun pada segmen ketiga, mereka harus mengakui keunggulan tim Sarundajang Sulut dengan 25-49 IMP.

    Meski begitu, total nilai yang diraih tim Bulgaria tidak dapat dikejar Sarundajang Sulut. Sedangkan untuk juara ketiga diraih Australia, setelah mengalahkan India dengan 128-78 IMP. 

    Hengky Lasut, salah satu pemain Sarundajang Sulut, mengatakan telah tampil maksimal dalam kejuaraan itu. "Tim Bulgaria tangguh dan kita sudah berupaya tampil sebaik mungkin dengan hasil maksimal," katanya. Selain kategori beregu, turnamen ini mempertandingkan kategori pasangan.

    International Open Tournament Bridge Sarundajang Cup digelar pada 26-31 Agustus 2015 dan diikuti sepuluh negara serta sejumlah tim terbaik di Indonesia. Peserta tersebut antara lain Inggris, Norwegia, Bulgaria, India, dan Banglades.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.