Serena Bersiap Memburu Gelar Grand Slam Musim Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serena Williams meluapkan kegembiraannya setelah mengalahkan saudaranya, Venus Williams dalam perempat final turnamen Amerika Serikat Terbuka di New York, 9 September 2015. AP/Jason DeCrow

    Serena Williams meluapkan kegembiraannya setelah mengalahkan saudaranya, Venus Williams dalam perempat final turnamen Amerika Serikat Terbuka di New York, 9 September 2015. AP/Jason DeCrow

    TEMPO.CO, Jakarta - Unggulan utama Serena Williams bersiap untuk langkah pamungkasnya dalam memburu tahun kalender Grand Slamnya Jumat waktu setempat ketika petenis Italia Flavia Pennetta mengalahkan petenis Rumania Simona Halep untuk membukukan satu tiket final AS Terbuka.

    Drama lalu terjadi di Arthur Ashe Stadium yang sempat ditunda karena hujan Kamis sebelumnya antara Serena melawan petenis Italia peringkat 43 dunia Roberta Vinci yang tampil pada semifinal pertama Grand Slam-nya.

    Serena yang menang 33 berturut-turut di Grand Slam dan 26 kali secara beruntun pada AS Terbuka, hanya tinggal dua kemenangan lagi untuk menjadi dua dari pencapaian-pencapaian paling menakjubkan pada sejarah tenis, bermain pada puncak permainan tenis dalam usia yang dianggap mustahil bisa sesukses itu.

    Petenis AS berusia 33 tahun yang sudah menyabet semua dari empat gelar turnamen Grand Slam, tengah memburu tahun kalender Grand Slam pertama sejak Steffi Graf pada 1988 dan berusaha menyamai rekor 22 kali juara Grand Slam di Era Terbuka yang dipegang Graf, dan berselisih dua gelar dari rekor sepanjang masa Margaret Court.

    Serena yang sudah empat kali mengalahkan Vinci dalam empat pertemuan sebelumnya, punya rekor 7-0 terhadap petenis Italia peringkat 26 Flavia Pennetta yang hanya perlu 59 menit untuk menumbangkan unggulan kedua Simona Halep 6-1, 6-3 dan mencapai final Grand Slam pertamanya.

    "Menakjubkan. Saya tidak mengira telah begitu jauh pada turnamen ini. Saya bermain bagus sekali. Saya tak tahu bagaimana mengatasi semua inspirasi yang saya miliki," kata Pennetta.

    Hanya lima pemain yang menyapu tahun kalender Grand Slam (Australia, AS dan Prancis Terbuka, serta Wimbledon), yakni dua petenis AS Don Budge pada 1938 and Maureen Connolly pada 1953, petenis Australia Rod Laver pada 1962 dan 1969, Margareth Court pada 1970 serta Graf pada 1988.

    Serena yang musim ini bercatatan menang-kalah 53-2, memburu gelar juara ke-70. Dia sedang memburu gelar juara AS Terbuka ketujuhnya yang adalah rekor Era Terbuka serta terpaut satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor sepanjang masa Molla Bjurstedt Mallory, dan trofi AS Terbuka yang keempat berturut-turut, menyamai pencapaian Chris Evert pada Era Terbuka. Namun usaha itu hancur di tangan Vinci.

    Juga di dalam pencapaian Serena itu membentang tonggak yang dia capai yakni sebagai petenis tertua yang menjadi juara Grand Slam pada Era Terbuka, lalu Juli lalu merebut Wimbledon untuk menuntaskan "Serena Slam" karena menjuarai empat turnamen Grand Slam dalam satu musim, yang sekaligus menjauhkan selisih antara pertama kali menjuarai Slam dengan terakhir kali juara Slam selama 16 tahun.

    Waktu itu membentang mulai ketika pada usis 17 tahun Serena meraih gelar AS Terbuka 1999, Serena telah menjuarai tiga trofi Prancis Terbuka dan enam Wimbledon, Australian Terbuka dan AS Terbuka.

    Serena yang punya catatan menang-kalah 21-4 dalam berbagai final Grand Slam dan bisa merebut kemenangan kesembilan berturut-turut dalam final Slam, terakhir kalah pada AS Terbuka 2011 dari Samantha Stosur.

    Dia sudah memenangi 15 final sebelum ini dengan kalah terakhir kali di Cincinnati pada 2013.

    Tapi itu semua berhenti di tangan Vinci.

    Pennetta (33) yang menundukkan Halep pada game keempat dan kembali pada game keenam ketika petenis Romania itu melepaskan forehand untuk merebut set pertama dalam 28 menit.

    Pennetta dan Halep bertukar break point untuk membuka set kedua dan kembali pada game keempat dan keliam dalam set kedua.

    Pada set penentuan forehand dari Pennetta mengakhiri empat kali kalah dalam lima percobaan menumbangkan Halep.

    Pennetta menjadi wanita Italia ketiga yang mencapai final Slam setelah Francesca Schiavone yang menjuarai final Prancis Terbuka 2010 dan kalah pada  2011 oleh Sara Errani yang kalah pada final Prancis Terbuka 2012.

    Jia berhasil mengangkat trofi dalam 49 kali penampilannya di Slam, Pennetta akan menjadi juara Grand Slam yang paling sering mencoba merebut gelar, dua kali lebih banyak dari petenis Prancis Marion Bartoli ketika menjuarai Wimbledon 2013, demikian AFP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.