Darurat Asap Diberlakukan, Tour de Singkarak Tetap Jalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebalap lintasi rute Limapuluhkota-Tanah Datar pada Etape ketiga Tour de Singkarak 2014, di jalur tanjakan Fly Over Kelok Sembilan, Limapuluhkota, Sumbar, 9 Juni 2014. Etape ketiga menempuh jarak 100 kilometer dengan tiga lokasi dijadikan titik penilaian kompetisi. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Pebalap lintasi rute Limapuluhkota-Tanah Datar pada Etape ketiga Tour de Singkarak 2014, di jalur tanjakan Fly Over Kelok Sembilan, Limapuluhkota, Sumbar, 9 Juni 2014. Etape ketiga menempuh jarak 100 kilometer dengan tiga lokasi dijadikan titik penilaian kompetisi. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Padang - Kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh kawasan di Provinsi Sumatera Barat tidak menghalangi atau memundurkan jadwal penyelenggaraan Tour de Singkarak. "Hingga saat ini belum ada perubahan schedule. Tetap dengan jadwal yang telah ditetapkan," ujar Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya kepada Tempo, Senin, 14 September 2015.

    Tour de Singkarak ketujuh, yang rencananya dihelat pada 3-11 Oktober 2015, ini tetap diselenggarakan. Raseno juga mengatakan tidak ada rencana perubahan rute. "Tak ada plan B-nya. Apalagi kabut asap ini merupakan bencana alam. Tak bisa diprediksi," ujarnya. Menurut dia, lomba balap sepeda internasional ini sudah masuk kalander internasional. Tour de Singkarak sudah terdaftar dalam agenda tahunan Union Cyclist International (UCI) dan Amaury Sport Organization (ASO), sehingga sulit mengubah jadwal.

    Tour de Singkarak ketujuh ini akan dikuti 24 tim dari 36 negara. Mereka akan menempuh jarak 1.341,1 kilometer dengan melewati 18 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Sejumlah daerah yang menjadi rute balapan ini diselimuti kabut asap tebal. Di antaranya Dharmasraya, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Bukittinggi, Solok, dan Kabupaten Tanah Datar. Raseno tetap optimsitis penyelenggaraan lomba ini bisa berjalan dengan baik. Sebab, perlombaannya diselenggarakan pada siang hari, ketika kabut asapnya tidak tebal. "Kami tetap berharap seminggu sebelum perlombaan dimulai, asapnya sudah mulai hilang," ujarnya.

    Saat ini, kata dia, kabut asap berdampak terhadap pengambilan gambar spot-spot wisata di sini. “Karena ini juga sebagai ajang promisi pariwisata. Gunung-gunung tak terlihat karena tertutup asap," ujarnya.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Burhasman mengatakan tim dari Kementerian Pariwisata dan PB ISSI sudah melakukan survei ke semua daerah yang menjadi lokasi penyelenggaraan Tour de Singkarak. Hasil survei menyatakan ada beberapa ruas jalan yang sedang diperbaiki. Tapi, sebelum perlombaan digelar, kata dia, semuanya sudah selesai.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.