Tunggal Putri Indonesia Rontok di Korea Terbuka 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri usai gagal mencetak angka saat bertanding melawan tunggal putri asal India, Saina Nehwal pada babak semifinal Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, 15 Agustus 2015. Lindaweni gagal melaju ke babak final usai dikalahkan Saina Nehwal dengan skor akhir 17-21 dan 17-21. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri usai gagal mencetak angka saat bertanding melawan tunggal putri asal India, Saina Nehwal pada babak semifinal Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, 15 Agustus 2015. Lindaweni gagal melaju ke babak final usai dikalahkan Saina Nehwal dengan skor akhir 17-21 dan 17-21. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Seoul - Indonesia tak menyisakan satu pun atlet tunggal putri di turnamen Korea Terbuka 2015. Dua wakil Indonesia, Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti kalah dalam pertandingan babak pertama turnamen tersebut yang digelar pada Rabu, 16 September 2015.

    Linda lebih dahulu mengakhiri langkahnya setelah dikalahkan pemain Jepang, Aya Ohori dengan skor 16-21 dan 20-22. “Tadi setelah leading saya sempat turun. Saya sudah mencoba mengejar, tapi tidak bisa mengontrol kecepatan di lapangan,” kata Lina seperti dikutip situs resmi PBSI, Rabu, 16 September 2015.

    Linda sebenarnya punya peluang untuk memperpanjang pertandingan. Pada game kedua dia sempat unggul 19-13 dari Aya. Namun pemain Jepang itu kemudian terus mengejar hingga akhirnya Linda kalah dengan skor 20-22.

    Sementara itu, Febe juga harus menelan kekalahan dari pertandingan dua game langsung. Dia harus mengakui keunggulan pemain Taiwan, Hsu Ya Ching dengan skor 18-21 dan 18-21. “Kalau melihat drawing sebenarnya saya ada kesempatan,” kata Febe. Dia mengaku kurang fokus dan kerap kehilangan bola saat memasuki poin kritis.

    Sebelumnya, Febe dan Hsu sudah bertemu dua kali. Pertemuan pertama terjadi pada 2008 dalam turnamen Vietnam Open Grand Prix yang dimenangkan Hsu dengan skor 16-21, 22-20, dan 15-21. Febe kemudian membalas kekalahannya pada Kore Open Grand Prix Gold pada 2013 dengan kemenangan 21-15 dan 21-16.

    BADMINTONINDONESIA.ORG | ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.