Wickmayer Rebut Trofi Juara Jepang Terbuka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yanina Wickmayer.  REUTERS/Mike Blake

    Yanina Wickmayer. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Tokyo - Petenis putri Belgia peringkat 86 dunia, Yanina Wickmayer, memenangi turnamen Jepang Terbuka dengan menjinakkan petenis Polandia peringkat 84 dunia, Magda Linette, 4-6, 6-3, 6-3, di Tokyo, Jepang, Minggu, 20 September 2015. Trofi juara ini merupakan yang keempat diraih Wickmayer pada turnamen di bawah kontrol Asosiasi Tenis Putri atau WTA (profesional).

    Pertandingan final itu merupakan yang kesepuluh Wickmayer di kancah turnamen WTA. Bermodalkan pengalaman itulah Wickmayer mengatasi permainan agresif Linette, 23 tahun. Wickmayer yang dua tahun lebih tua dari Linette memenangi tujuh dari sebelas break point pertandingan babak final di Ariake Colosseum itu.

    Adapun Linette, yang baru pertama kali ini tampil pada babak final turnamen WTA, tampil mengesankan pada set pertama. Namun, pada set kedua servis pertamanya memburuk sehingga ia tidak dapat leluasa menekan Wickmayer. Linette juga kesulitan mengembangkan permainannya.

    Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Wickmayer untuk balik menekan petenis Polandia itu. Set kedua praktis dikuasai Petenis Belgia ini untuk merebut kemenangan.

    Setelah menyamakan kedudukan 1-1, Wickmayer tampil percaya diri pada set ketiga dan bermain terus menekan Linette. Wickmayer kembali menguasai set ketiga ini dan mengunci Lenette 6-3. Ini merupakan pertemuan pertama Wickmayer dengan Linette.  

    Trofi juara di Tokyo itu merupakan yang pertama diraih Wickmayer sejak ia memenangi turnamen ASB Classic di Selandia Baru 2010, dengan mengalahkan petenis Italia, Flavia Pennetta, di babak final.

    BRANDONSUN | REUTERS | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.