Demi Asian Games, GBK Akan Dirombak Senilai Rp 756,5 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penggemar Manchester United di stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/7). Dia datang untuk mencari informasi mengenai pengembalian tiket pertandingan Indonesia All Star vs MU yang batal karena tragedi bom. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Seorang penggemar Manchester United di stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/7). Dia datang untuk mencari informasi mengenai pengembalian tiket pertandingan Indonesia All Star vs MU yang batal karena tragedi bom. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga ditunjuk sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk merenovasi gelanggang olahraga Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, berkaitan dengan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

    Keputusan tersebut diambil dalam rapat antara Kemenpora dan Kementerian Sekretariat Negara pada 17 September 2015, yang kemudian dipertegas dalam rapat persiapan penyelenggaraan PON 2016 dan Asian Games 2018 yang dihadiri pihak Kemenpora, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Komite Olimpiade Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta beberapa pejabat terkait pada Selasa, 22 September.

    "Setneg memberikan kewenangan kepada Kemenpora agar segera melaksanakan renovasi GBK, tapi hanya mencakup renovasi. Sementara ini pengelolaan GBK masih di menjadi tanggung jawab Setneg," ujar Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto saat dihubungi di Jakarta, Jumat malam.

    Menindaklanjuti keputusan tersebut, kata dia, Kemenpora sudah mengusulkan dana renovasi GBK sebesar Rp 756,5 miliar dalam pembahasan RAPBN 2015 dengan Komisi X DPR RI. "Anggarannya sudah diusulkan per 17 September 2015 dan sekarang masih dibahas. Selasa minggu depan, kami akan rapat lagi dengan Komisi X DPR," tutur pria yang sekaligus menjabat Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu.

    Dana ratusan miliar tersebut dinilai cukup realistis. Sebab, untuk persiapan Asian Games 2018, Kemenpora harus merenovasi beberapa venue penting di GBK, seperti stadion utama, stadion madya, stadion renang, lapangan hoki, lapangan panahan, dan beberapa fasilitas umum.

    Gatot juga menegaskan bahwa renovasi yang akan dilakukan Kemenpora hanya mencakup beberapa venue olahraga yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018, bukan semua venue yang ada di GBK. "Harapannya, akhir bulan ini atau Oktober, usul anggaran sudah disetujui Komisi X DPR, karena kan masih harus masuk Badan Anggaran (Banggar) juga," ucapnya.

    Ia menekankan bahwa renovasi GBK harus dimulai pada 2016 sesuai dengan kesepakatan antara Indonesia dan Komite Olimpiade Asia (OCA).

    ANTARA

    Baca juga:Gawat, Inilah yang Bisa Bikin Sepak Bola Mati Pelan-pelan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?