Tour de Singkarak Etape DuaTerganggu Asap Pekat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap sepeda beradu kecepatan pada etape pertama Tour De Singkarak 2015 saat melintas di depan gedung Bank Indonesia, Padang, Sumatera Barat, 3 Oktober 2015. Peserta harus mengulang start hingga dua kali akibat salah komunikasi antara rombongan pebalap dan official dengan VIP. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pembalap sepeda beradu kecepatan pada etape pertama Tour De Singkarak 2015 saat melintas di depan gedung Bank Indonesia, Padang, Sumatera Barat, 3 Oktober 2015. Peserta harus mengulang start hingga dua kali akibat salah komunikasi antara rombongan pebalap dan official dengan VIP. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebalap peserta kejuaraan internasionl Tour de Singkarak (TDS) 2015 etape dua dari Padang Pariaman menuju Solok, Minggu disambut kabut asap mulai perbatasan Kota Padang hingga garis finis.

    Asap mulai terlihat dan cukup pekat sejak Panorama yang merupakan titik King of Mountain (KOM). Kondisi ini terus terjadi di sepanjang jalan terutama saat masuk Kabupaten Solok bahkan hingga garis finis di depan SMA N 1 Singkarak.

    Meski demikian, masyarakat yang berada di sepanjang jalan terlihat tenang. Bahkan banyak yang tidak memakai masker termasuk anak kecil. Mereka terlihat cukup antusias menunggu kejuaraan yang digagas oleh Kementerian Pariwisata itu.

    Bahkan banyak anak-anak siap menyambut ratusan pebalap dari berbagai negara dengan membawa bendera negara peserta seperti Malaysia, Iran, Jepang maupun Indonesia. Mereka juga terus membunyikan alat musik.

    Informasi yang didapat di lapangan, asap di wilayah Solok dan sekitarnya merupakan kiriman dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Kondisi seperti ini sudah berlangsung dalam beberapa pekan.

    "Asap ini sudah lama. Kadang tambah lebih pekat dibandingkan saat ini," kata Asnah, salah satu warga yang menunggu pebalap masuk finis.

    Sementara itu, pimpinan perlombaan TDS 2015 Sondi Sampurno mengatakan, etape dua dari Padang Pariaman menuju Danau Singkarak melalui Panorama ini merupakan yang pertama. Untuk lintasan sendiri tantangannya cukup berat.

    "Etape ini memang rute baru. Cukup menantang karena memiliki tanjakan yang tinggi. Persaingan akan ketat disini," katanya saat dikonfirmasi sebelumnya.

    Lintasan dengan jarak tempuh 140 kilometer ini memang menantang terutama titik KOM yang masuk kategori satu. Pebalap dengan spesialisasi climber dipastikan akan mengambil posisi terdepan demi meraih hasil terbaik pada etape ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?