Kabut Asap Selimuti Etape Kedua Tour de Singkarak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap sepeda melakukan aktivitas buang air kecil saat beristirahat pada Etape Pertama Tour De Singkarak 2015 di Barung-Barung Belantai, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 3 Oktober 2015. Etape Pertama Tour De Singkarak 2015 menempuh jarak 163 kilometer dari Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, menuju Pantai Gondoria, Kota Pariaman. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pembalap sepeda melakukan aktivitas buang air kecil saat beristirahat pada Etape Pertama Tour De Singkarak 2015 di Barung-Barung Belantai, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 3 Oktober 2015. Etape Pertama Tour De Singkarak 2015 menempuh jarak 163 kilometer dari Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, menuju Pantai Gondoria, Kota Pariaman. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Padang - Sebanyak 135 pebalap berpacu di Etape kedua Tour de Singkarak, Ahad 4 Oktober 2015. Mereka menempuh jarak 140 kilometer dari Kabupaten Padang Pariaman menuju Danau Singkarak Kabupaten Solok.

    Namun, pantauan Tempo, asap tebal menyelimuti Kabupaten Solok. Kabut asap sudah mulai terlihat sejak perbataaan Kota Padang dengan Kabupaten Solok. Tepatnyan di kawasan Sitinjau Laut.

    Asap semakin parah saat memasuki Kabupaten Solok hingga garis finis Tour de Singkarak yang berada di Danau Singkarak. Malah jarak pandangnya kurang dari 500 meter.

    Salah seorang warga Solok, Martasiah, 70 tahun mengaku kabut asap sudah ada sejak sebulan lalu. Hari ini asap semakin pekat.
    "Tenggorokan sakir. Asapnya tebal," ujarnya kepada Tempo, Ahad 4 Oktober 2015 saat menanti pebalap di garis finis yang terletak di depan SMA 1 Sumani Kabupaten Solok.

    Berdasarkan data stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika di Bukit Koto Tabang, Kabupaten Agam, yang menjadi rujukan kualitas udara di Sumatera Barat. Tingkat konsentrasi aerosol atau partikel debu (PM10) mencapai 488 mikrogram per meter kubik, yang berarti dalam kategori berbahaya.

    "Kualitas udara berbahaya. Jika di sini (Koto Tabang Kabupaten Agam) pekat, apalagi di bawah atau kabupaten dan kota lainnya," ujar Kepala Stasiun GAW BMKG Koto Tabang Edison.

    Kata Edison, asap berasal dari Selatan Sumatera, yaitu Jambi dan Sumatera Selatan. Dibawa angin dari tenggara selatan masuk ke barat laut Sumatera dan melewati Sumatera Barat.

    Makanya, kemungkinan PM10 nya masih bisa meningkat. Sebab pantauan satelit titik api di Sumatera Selatan masih banyak. Menurutnya, BMKG sudah menyampaikan kondisi kualitas udara di setiap etape Tour de Singkarak ini. Termasuk etape kedua ini.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?