Milyuner Inggris Tabrak Penonton dengan Mobil Mewah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua Sales Promotion Girl (SPG) memperlihatkan mobil terbaru Porsche Boxster Spyder 2016 saat berlangsungnya New York International Auto Show di Kota New York City, 1 April 2015. REUTERS

    Dua Sales Promotion Girl (SPG) memperlihatkan mobil terbaru Porsche Boxster Spyder 2016 saat berlangsungnya New York International Auto Show di Kota New York City, 1 April 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 20 terluka setelah mobil sport milyuner Inggris, Paul Bailey, lepas kendali dan menabrak penonton pada reli di Malta. Sebanyak lima korban kini berada dalam kondisi kritis akibat tertabrak mobil Porsche 918 Spyder tersebut.

    Times of Maltamemberitakan, mobil Paul Bailey hilang kendali setelah menginjak rumput di pinggiran sirkuit pada lomba Minggu, 04 Oktober 2015 waktu setempat. Setelah hilang kendali, mobil itu berbelok ke arah kiri dan menabrak penonton.

    Dari 20 korban, sebanyak 9 korban, termasuk Paul Bailey, dilarikan ke rumah sakit. Seorang gadis berusia enam tahun termasuk satu dari lima korban yang masih berada dalam kondisi kritis. Dokter Chris Fearne mengatakan, 10 korban membutuhkan operasi.

    Mirror memberitakan kondisi kesehatan Bailey mulai membaik. Namun, istrinya, Selina, menolak memberi tanggapan ketika berkunjung ke rumah sakit. "Maaf, saya tidak mendapat izin memberi tanggapan," ujarnya.

    Bailey merupakan milyuner Inggris yang sukses mendirikan perusahaan komunikasi. Pada 2012, ia menjual perusahaan itu dengan nilai 28 juta pounds atau Rp 610 miliar. Ia kini memiliki 76 mobil mewah.

    Beberapa saat sebelum kecelakaan, Bailey mengaku bangga dengan koleksi mobil mewahnya. Ia sesumbar sebagai orang pertama di dunia yang berhasil memiliki The McLaren P1, La Ferrari, dan Porsche Spyder.

    MIRROR | TIMES OF MALTA | GURUH RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.