Etape Enam, Pembalap Iran Dominasi Tour de Singkarak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pembalap sepeda beradu kecepatan pada etape ketiga Tour De Singkarak 2015 di Sijunjung, Sumatera Barat, 5 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    Sejumlah pembalap sepeda beradu kecepatan pada etape ketiga Tour De Singkarak 2015 di Sijunjung, Sumatera Barat, 5 Oktober 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bukittinggi - Tiga pembalap tim Pushgaman Giant asal Iran mendominasi Tour de Singkarak tahun ini. Amir Zargari, Arvin Moazemi, dan Rahim Emami merupakan tiga pembalap tercepat hingga etape keenam hari ini, Kamis, 8 Oktober 2015.

    Etape keenam akan diikuti 93 pembalap yang masih bertahan. Mereka akan mengayuh sepeda dari Kota Bukittinggi menuju Kabupaten Tanah Datar. Amir Zargari, yang mengenakan jaket kuning, memimpin balapan kali ini. Amir masih menjadi yang tercepat pada klasemen sementara pembalap dengan catatan waktu 16 jam 42 menit 50 detik. Arvin Moazemi pada posisi dua hanya berselisih lima detik dengan Amir. SedangkanRahim Emami pada posisi ketiga dengan selisih waktu 29 detik.

    Adapun gelar raja tanjakan masih dipegang Arvin Moazemi, yang sudah mengumpulkan 61 poin. Pada posisi kedua ada Ahad Kazemi dari Tabriz Petrochemical Team, dengan poin 52. Karena itu, Arvin berhak mengenakan jaket totol-totol.

    Etape keenam ini dimulai dari Jam Gadang di Kota Bukittinggi menuju Istano Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar. Mereka akan ditantang tiga titik tanjakan, yaitu di Kilometer 9,5, tepatnya kawasan Malalak; Kilometer 81,5 di kawasan Padang Panjang; dan Kilometer 97 di Batipuah.

    Pada etape ini, hanya ada satu titik sprint, yaitu di Kilometer 107,8, tepatnya di Batusangkar. Saat ini, pembalap Filipina, Mark John Lexer Galedo, masih mengenakan Green Jersey sebagai penanda rajanya adu kecepatan. Pembalap 7 Eleven Roadbike Philippine ini mengumpulkan 11 poin. Ia berbagi tempat dengan Arvin Moazemi, yang memiliki poin sama.

    Pada kategori pembalap nasional, Dadi Suryadi menjadi yang tercepat dan mengenakan rompi merah-putih. Ia mencatatkan waktu 16 jam 56 menit 56 detik. Pembalap Pegasus ini dibayang-bayangi Nandra Eko Wahyudi dari BRCC-UBK Banyuwangi dengan selisih 9 menit 1 detik. "Saya termotivasi untuk merebut Orange Jersey," ujarnya, Kamis, 8 Oktober 2015.

    Saat ini Orange Jersey atau klasifikasi sebagai pembalap ASEAN tercepat masih dikuasai pembalap Laos, Ariya Phounsavath. Ia mengumpulkan waktu 16 jam 56 menit 41 detik. Sedangkan Dadi berada pada urutan kedua dengan selisih 15 detik.

    Pada etape ini, para pembalap akan banyak melewati situs bersejarah dan area wisata. Selain Jam Gadang, mereka juga akan melewati Lembah Anai yang terkenal dengan air terjunnya. Mereka pun akan melewati banyak bentangan sawah yang menakjubkan, terutama di kawasan Kabupaten Tanah Datar. Di finis, mereka disambut dengan Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?