Jadi Tuan Rumah FIBA, Indonesia Patok Tembus Tiga Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arki Dikania Wisnu (33) pemain Satria Muda melewati penjagaan para pemain Dell Aspac dalam laga Final National Basketball League (NBL) di Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY), Minggu (29/04/2012). Pertandingan seru antara tim Dell Aspac melawan Satria Muda Britama ini dimenangkan oleh Satria Muda sebagai juara bertahan dengan skor 59-42. TEMPO/Suryo Wibowo

    Arki Dikania Wisnu (33) pemain Satria Muda melewati penjagaan para pemain Dell Aspac dalam laga Final National Basketball League (NBL) di Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY), Minggu (29/04/2012). Pertandingan seru antara tim Dell Aspac melawan Satria Muda Britama ini dimenangkan oleh Satria Muda sebagai juara bertahan dengan skor 59-42. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah untuk kejuaraan FIBA (Federasi Internasional Basket Amatir) Asia U16 ke-4 untuk pria yang akan diselenggarakan pada 29 Oktober - 7 November 2015 di Jakarta.

    "Diharapkan dengan Indonesia menjadi tuan rumah, kita juga dapat meningkatkan prestasi tim basket kita," kata Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Danny Kosasih pada saat jumpa pers di Jakarta, Kamis.

    Dia berharap Indonesia dapat masuk tiga besar agar dapat mengikuti kejuaraan dunia FIBA U16 pada tahun berikutnya, di Spanyol.

    Wakil Ketua Organizing Committee Rama Datau mengatakan ini adalah pertama kali Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan yang akan diikuti 16 negara Asia.

    "Ini suatu kembamggaan Indonesia dapat menggelar acara kejuaraan internasional, selain itu juga memberikan dampak positif bagi generasi muda, dari perbasi mengharapkan masyarakat, menyukseskan acara ini," kata Rama.

    Negara yang berpartisipasi adalah Indonesia, Tiongkok, Jepang, Thailand, Filipina, Bahrain, India, Korea Selatan, Korea Utara, Kuwait, Malaysaia, Lebanon, Hongkong, Taipei dan Irak.

    Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengundian peserta, dan didapat hasil Grup A terdiri dari Jepang, Kuwait, Hongkong, Malaysia, Grup B terdiri dari Taipei, Banglades, Indonesia dan Lebanon, Grup C terdiri dari Filipinan, Bahrai, Korea Utara dan Thailand, kemudia Grup D diisi oleh Tiongkok, India, Korea Selatan dan Irak.

    Manajer Acara FIBA Waisun Yoon mengatakan dalam kompetisi tersebut tidak dapat diprediksi negara mana yang akan memenangkannya, karena semua memiliki kesempatan yang sama.

    Kejuaraan yang diadakan dua tahun sekali selalu dimenangi Tiongkok dan menjadi juara betahan selama tiga kali.

    Pemerintah DKI juga mendukung kejuaraan tersebut, dengan menyediakan GOR Rawamangun dan GOR Sunter serta pembebasan retribusi umbul-umbul untuk acara tersebut.

    Gubernur DKI Basuk Tjahja Purnama juga akan menerima perserta FIBA untuk acara pembukaan dan eamah tamah di kantor Gubernur DKI Jakarta pada 28 Oktober 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.