Putu/Dhita Rebut Emas di Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebolavoli pantai Indonesia Dhita Juliana (kedua kanan) dan Putu Dini Jasita (kedua kiri). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Pebolavoli pantai Indonesia Dhita Juliana (kedua kanan) dan Putu Dini Jasita (kedua kiri). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim voli pantai putri Indonesia yang diperkuat Putu Dini Jasita Utami/Dhita Juliana meraih medali emas Kejuaraan Asia Pasifik Piala Gubernur Sumatera Selatan di Palembang, Sabtu.

    Tim Indonesia 1 ini meraih tempat pertama setelah pada pada final di Arena Voli Pantai Kompleks Olahraga Jakabaring, mengalahkan Tim Khazakstan yang diperkuat Tatyana Mashkova/Bakhtygul Samalikova dengan skor 2-1 (21-15, 10-21, 15-10).

    Keberhasilan ini semakin sempurna setelah Putu Dini dipilih sebagai pemain terbaik bersama Dmitry Yakovlev asal Kazakstan untuk kelompok putra.

    Permainan tim tuan rumah sudah berkembang sejak set pertama dengan mengandalkan teknik penempatan bola yang akurat pada sudut lapangan.

    Tim lawan, berupaya mengimbangi ketika tertinggal jauh 14-17, tapi kepiawaian Dhita dalam melancarkan smash keras membuat set pertama berhasil direbut dengan skor 21-15.

    Pada set kedua, tim lawan berupaya bangkit dan berhasil memukul irama permainan Putu/Dhita yang mulai kelelahan setelah memporsir tenaga di set pertama. Australia akhirnya mampu merebut set kedua ini dengan skor 21-10.

    Tak mau menyia-yiakan kesempatan di partai puncak ini, Putu/Dhita berupaya bangkit pada set ketiga dengan tampil menekan sejak awal set.

    Perebutan skor pun berlangsung ketat sehingga kerap kali muncul permainan reli, seperti pada saat skor 5-5 yang akhirnya dimenangkan Indonesia setelah Putu berhasil mendaratkan smash tipuan.

    Sorak sorai penonton yang memadati arena semakin membuat Putu/Dhita tampil penuh semangat untuk membalikkan keadaan sehingga set ketiga ini berhasil dimenangkan dengan skor 15-10.

    Ketua Bidang Voli Pantai PBVSI Slamet Mulyanto mengatakan keberhasilan ini penting artinya untuk menambah kepercayaan diri tim yang ditargetkan meraih tiket ke Olimpiade dan tampil di Asian Games 2018.

    "Pada Juni 2016 akan ada kualifikasi olimpiade, dan tim dipersiapkan ke sana dengan harapan kali ini Indonesia memiliki wakil di olimpiade setelah terakhir kali berpartisipasi pada tahun 1996," kata Slamet.

    Ia mengatakan, untuk mencapai ajang kualifikasi olimpiade di Australia itu, tim harus terlebih dahulu menjadi juara atau runner up di ajang seri Asia.

    "Masih butuh perjuangan karena tim putri baru sebatas menjadi runner up di Thailand beberapa waktu lalu yakni di seri Asia-Pasifik, kemudian, menjadi juara di Kejuaraan Asia Pasifik di Palembang. Kemenangan ini belum berarti apa-apa, hanya menguntungkan saja untuk posisi di babak kualifikasi pada kejuaraan yang akan diikuti," kata dia.

    Pada Kejuaraan yang diikuti 10 negara pada sektor putra, dan enam negara pada sektor putri bertajuk Piala Gubernur Sumatera Selatan ini, Tim Indonesia berhasil menyumbangkan medali emas pada nomor putri atas nama Dhita Yuliana/Jasita Utami.

    Medali perak kelompok putri diraih Khazakstan melalui pasangan Tatyana Mashkova/Bakhtygul Samalikova, sedangkan medali perunggu diraih Tiongkok atas nama Tang Ningya/Chen Chunxia setelah mengalahkan tim Indonesia 2 (Ayu Chayaning Siam/Ratnasari Desi).

    Sementara untuk medali emas sektor putra dimenangkan Tiongkok melalui pasangan Li Jian/Li Zhuoxin, medali perunggu diraih Khazakstan melalui pasangan Alexey Sidorenko/Dmitry Yakovlev, dan medali perunggu diraih Australia melalui pasangan Court Joshua/Schumann Damien.

    Pada kejuaraan ini kali ini, sektor putra gagal menyumbangkan medali emas karena tiga tim yang diturunkan merupakan para pemain muda yang masih miskin pengalaman.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?