Menang di Cina, Novak Djokovic Raih Gelar Kesembilan Tahun Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Serbia, Novak Djokovic mengangkat trofi setelah berhasil mengalahkan Jo-Wilfried Tsonga dari Prancis di turnamen Shanghai Masters di Shanghai, Tiongkok, 18 Oktober 2015. Djokovic menang dengan skor 6-2, 6-4. REUTERS/Damir Sagolj

    Petenis Serbia, Novak Djokovic mengangkat trofi setelah berhasil mengalahkan Jo-Wilfried Tsonga dari Prancis di turnamen Shanghai Masters di Shanghai, Tiongkok, 18 Oktober 2015. Djokovic menang dengan skor 6-2, 6-4. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis Serbia peringkat pertama dunia, Novak Djokovic, melanjutkan dominasinya pada tenis putra dengan mengalahkan petenis Prancis, Jo-Wilfried Tsonga, untuk kembali memenangi gelar Shanghai Masters, Minggu, 18 Oktober 2015. Petenis Serbia sepuluh kali juara Grand Slam itu menyisihkan Tsonga 6-1, 6-4 untuk meraih gelar Shanghai Masters ketiga dan gelar kesembilannya tahun ini.

    Djokovic memenangi tiga gelar Grand Slam tahun ini. Ia menjadi runner-up di Prancis Terbuka. Sejak menderita kekalahan mengejutkan oleh Ivo Karlovic pada perempat final di Qatar pada Januari lalu, ia telah mencapai final di semua event yang ia mainkan, yakni sebanyak 13 event.

    Adapun Tsonga menunjukkan kecakapannya melakukan servis saat mengatasi Rafael Nadal dalam tiga set pada semifinal, Sabtu lalu. Namun, melawan Djokovic, ia tidak berkutik.

    Petenis Sebia berumur 28 tahun itu mengatasi senjata paling ampuh Tsonga untuk mematahkan tiga servis game pembukanya dan merebut set pertama saat Tsonga lebih banyak bermain di belakang baseline. Permainan Tsonga meningkat pada awal set kedua ketika berusaha keras mengatasi break point pada delapan game pertama ketika Djokovic melenggang dengan servisnya sendiri.

    Namun tekanannya terlalu besar. Djokovic memukul bola ke semua sudut dengan penguasaan lapangan yang hebat dengan hanya melakukan delapan kesalahan sendiri. Ia mematahkan servis pada game kesembilan dan melakukan servis untuk meraih kemenangan. "Hari ini kuncinya mengembalikan sebanyak mungkin servis, karena ia merupakan server terkeras dalam permainan ini," tutur Djokovic, seperti dikutip Reuters.

    Ini adalah turnamen kedua berturut-turut yang Djokovic menangi tanpa kehilangan satu set pun setelah meraih gelar China Terbuka di Beijing pekan lalu. Catatan menang-kalah petenis Serbia itu sekarang 38-1 di lapangan keras Tiongkok. Kemenangan itu adalah gelar ATP Tur yang ke-57 bagi Djokovic, terpaut dua dari rekor Nadal yang mengumpulkan 27 mahkota Masters Series.

    ANTARANEWS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.