NBA Dimulai, Presiden Obama Tonton Chicago Bulls

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Barack Obama saat menyaksikan pertandingan NBA antara Chicago Bulls melawan Cleveland Cavaliers di United Center, 28 Oktober 2015. REUTERS/Dennis Wierzbicki-USA TODAY Sports

    Presiden AS, Barack Obama saat menyaksikan pertandingan NBA antara Chicago Bulls melawan Cleveland Cavaliers di United Center, 28 Oktober 2015. REUTERS/Dennis Wierzbicki-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika kebanyakan orang Amerika menyaksikan pertandingan pertama liga Baseball World Series, Selasa waktu setempat, Presiden Barack Obama malah mengalihkan perhatian ke cabang olahraga lainnya, yakni bola basket.

    Secara tak terduga, Obama menyaksikan partai pembuka Chicago Bulls dalam kompetisi NBA musim ini pada kunjungan dua harinya ke kota yang menjadi kampung halamannya ini. Bulls menghadapi Cleveland Cavaliers yang diperkuat LeBron James.

    Obama tiba di stadion disambut meriah penonton. Dia mengendurkan dasi dan melepaskan jaketnya, menggulung lengan bajunya dan menyalami para penonton dengan cara beradu telapak tangan, sebelum duduk di kursi. Selama istirahat pertama, dia dihibur oleh Benny the Bull, maskot klub, kemudian bercengkerama dengan teman lamanya, Marty Nesbitt.

    Dia disambut gegap gempita penonton ketika bola bergulir ke arahnya untuk kemudian dia lempar balik ke dalam lapangan. Obama menyaksikan Bulls memimpin atas sebuah tim yang musim lalu punya catatan menang-kalah 53-29.

    Pelatih baru Bulls, Fred Hoiberg, menghadapi kendala pada awal musim karena Derrick Rose dan Mike Dunleavy harus absen karena cedera.

    "Kalian punya pelatih baru. Dia mengawali dengan sedikit menyerang. Masalahnya adalah, bisakah kalian mengandalkan pertahanan pada pola baru serangan?" kata Obama kepada TNT pada paruh kedua. "Saya senang Bulls berada di (Wilayah) Timur karena di Barat bercokol  Golden State, San Antonio, Houston, dan Oklahoma City."

    Pada paruh kedua, Presiden Amerika Serikat ini berpose dengan sejumlah penggemar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.