LNG Badak Tantang Alko Bandung di Putaran Final Livoli 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebola Voli Putri Indonesia, Amalia Fajrina Nabila (tengah) mencoba memasukkan bola saat dihadang oleh atlet voli putri Thailand di babak Semi Final  Sea Games 2015 Singapura, 14 Juni 2015. Tim bola voli Indonesia dikalahkan Thailand dengan skor 1-3 (25-21,13-25, 23-25 dan 13-25). TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Pebola Voli Putri Indonesia, Amalia Fajrina Nabila (tengah) mencoba memasukkan bola saat dihadang oleh atlet voli putri Thailand di babak Semi Final Sea Games 2015 Singapura, 14 Juni 2015. Tim bola voli Indonesia dikalahkan Thailand dengan skor 1-3 (25-21,13-25, 23-25 dan 13-25). TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim bola voli putri Alko Bandung bertemu LNG Badak pada final Kompetisi Divisi Utama Livoli 2015 setelah pada semifinal unggul atas lawan-lawannya di GOR C-Tra Arena Cikutra Kota Bandung, Sabtu.

    Alko lolos ke final setelah menumbangkan putri Petrokimia pada babak semifinal dengan skor 3-0 (25-22, 25-23, 25-11). Sedangkan LNG Badak menembus final setelah menyudahi perjuangan putri Mabes TNI dengan skor 3-0 (25-18, 25-20, 25-20).

    "Alhamdulillah apa yang kita targetkan bisa masuk final. Semoga besok kita bisa memenangkan kembali pertandingan dan menjadi juara," kata Manajer tim voli putri Alko Bandung Mira Mutiara.

    Pertemuan lawan Petrokimia merupakan yang kedua kalinya bagi Alko Bandung yang dimotori oleh Aprilia Manganang. Alko dan Petrokimia sama-sama tim yang berjuang dari grup AA, namun dua kali pula dikalahkan oleh tim Bandung itu.

    Berbeda dengan babak grup, pada laga di semifinal Petrokimia mampu memberikan perlawanan tim tuan rumah Alko Bandung. Set pertama Alko selalu memimpin perolehan angka hingga 15-11, meski Petrokimia mampu mengejar dan menempel ketat perolehan poin. Namun akhirnya Alko mampu menutup kemenangan dengan skor tipis 25-22.

    Persaingan sengit terjadi pada set kedua. Tak hanya memberikan perlawanan, keadaan berbalik ketika Petrokimia berhasil unggul terlebih dahulu. Petrokimia bermain apik sedang pemain-pemain Alko banyak melakukan kesalahan sendiri.

    Alhasil Alko selalu tertinggal sejak skor 6-8, 13-16 hingga 14-19. Namun serangan Alko yang dimotori Aprilia Manganang mampu mendekatkan skor hingga menyamakan skor 20-20.

    Sejak itu permainan berlangsung seru dan Alko terus menempel ketat keunggulan Petrokimia dari 21-21, 22-22, 23-23. Hingga akhirnya Yolla cs mampu menutup kemenangan dengan skor 25-23.

    Pada set ketiga Petrokimia semakin keteteran, Alko selalu unggul jauh hingga di awal set 8-2. Permainan terus didominasi Alko dan pastikan tiket ke final usai meraih kemenangan set ketiga 25-11.

    "Memang set kedua kita mendapatkan tekanan dari lawan. Sempat kita berpikir buat lepas saja, namun tak disangka teman-teman malah mampu keluar dari tekanan," kata kapten Alko Bandung Yolla Yuliana.

    Sementara kapten tim Petrokimia Lailatul Aisyah juga mengakui bahwa di set kedua mereka memberikan tekanan ketika Aprilia berada berada di belakang.

    "Kita main sudah maksimal. Set kedua itu April (Aprilia Manganang) banyak main dibelakang, kita banyak curi poin disitu. Tapi diakhir set di balik main di depan dan kita keteteran," kata Lailatul.

    LNG vs Mabes TNI

    Mabes TNI yang pada babak kedua tampil gemilang dengan mengalahkan juara bertahan Bank Jatim, kali ini tak mampu mengembangkan permainan dengan baik sehingga menyerah dari LNG Badak 3-0.

    Sepanjang pertandingan LNG Badak mendominasi permainan dari set pertama hingga set ketiga. Mabes TNI selalu tertinggal meski beberapa kali memberikan perlawanan di akhir set.

    "Besok final saya serahkan kepada pemain, karena target kita empat besar. Tapi saya yakin pemain punya motivasi sendiri untuk besok bisa menang," kata pelatih LNG Badak Eko Waluyo.

    Menghadapi final lawan Alko, Amasya Manganang dan kawan-kawan mengaku akan tetap enjoy dan berusaha bermain bagus seperti saat ini.

    Terlebih kakak dari Aprilia Manganang itu akan mengunci adiknya itu sebagai motor serangan agar permainan Alko tidak berkembang.

    "Belajar dari sebelumnya yang penting main bagus dulu, salah satunya menghadang April saja dulu," kata Amasya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.