Tertunda Asap, Balap Sepeda Tour de Siak Kembali Digelar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Alessandro Garofalo

    REUTERS/Alessandro Garofalo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Siak kembali menjadwalkan pertandingan Balap Sepeda Internasional Tour de Siak pada 23-28 November 2015 mendatang setelah sempat tertunda akibat gangguan kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan. Balap sepeda ini akan diikuti 10 tim dari luar negeri.

    "Benar, kami sudah jadwalkan balap sepeda kembali digelar," kata Bupati Siak Syamsuar saat dihubungi Tempo, Selasa, 10 November 2015.

    Menurut Syamsuar, balap sepeda Tour de Siak seharusnya digelar pada September 2015. Namun panitia pelaksana memutuskan menunda lantaran kabut asap menyelimuti Kota Siak. "Kami pertimbangkan kesehatan para atlet," kata Syamsuar.

    Namun dua pekan terakhir ini kondisi cuaca di wilayah Riau kembali membaik setelah diguyur hujan. Pemerintah Siak kembali menjadwalkan agenda tahunan ini dengan dukungan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).

    "PB ISSI memberikan jadwal 23 November ini, setelah menyesuaikan dengan jadwal balap sepeda lainnya di Indonesia," kata Syamsuar.

    Menurut Syamsuar, acara akan dimulai pada 23 November 2015 dan dimeriahkan dengan lomba fotografi, bazar, dan fun bike. Selanjutnya, pertandingan balap sepeda akan dibuka secara resmi pada 24 November 2015 malam.

    Sebanyak sepuluh tim dari luar negeri serta delapan tim dari dalam negeri ikut ambil bagian dalam acara balap sepeda internasional tersebut.

    Tahun ini ketiga kalinya lomba tersebut digelar di Kabupaten Siak. Para pembalap akan menempuh empat etape sepanjang 539,68 kilometer. Etape I menempuh Siak-Dayun sejauh 154,12 kilometer.

    Selanjutnya, etape II Siak-Perawang 182,87 kilometer, etape III Siak-Sungai Apit 115,41 kilometer, dan etape IV dalam Kota Siak 87,28 kilometer.



    RIYAN NOFITRA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?