Praveen/Debby Melaju ke Babak Kedua Cina Terbuka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Ganda Campuran Bulutangkis Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Debby Susanto mengembalikan pukulan lawannya saat partai Ganda Campuran Sea Games 2015 Singapura, 16 Juni 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Pasangan Ganda Campuran Bulutangkis Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Debby Susanto mengembalikan pukulan lawannya saat partai Ganda Campuran Sea Games 2015 Singapura, 16 Juni 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Fuzhou - Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, lolos ke babak kedua Cina Terbuka Super Series Premier 2015 setelah menyingkirkan pasangan Jepang, Kenichi Hayakawa/Misaki Matsutomo, 24-22, 20-22, 21-13, di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Cina, Rabu, 11 November 2015.

    Praveen/Debby berhasil unggul lebih dulu 20-17. Namun, saat tinggal satu poin lagi, Kenichi/Misaki berhasil membalikkan keadaan setelah mendapatkan empat poin berturut-turut sehingga skor menjadi 20-21. Beruntung, pasangan Indonesia peringkat kesembilan dunia itu mampu mengatasi saat-saat poin kritis dan memenangi game pertama.

    Kejadian game pertama terulang di game kedua. Tapi kali ini Praveen/Debby tertinggal 17-20. Sempat berhasil menyamakan kedudukan 20-20, mereka kehilanggan game kedua setelah pasangan Jepang peringkat ke-17 dunia itu mendapatkan dua poin berturut-turut.

    Pada game terakhir, Praveen/Debby lebih mendominasi permainan. Mereka sejak awal terus menjaga keunggulan hingga mengakhiri pertandingan dengan skor 21-13.

    “Lawan mereka sebenarnya tidak sulit. Hanya kami masih penyesuaian dengan lapangan. Main pertama kali, penyesuaian juga sama shuttlecock-nya. Jadi pas enak-enaknya baru di game ketiga,” kata Praveen seusai pertandingan.

    Pada babak kedua, Praveen/Debby akan menghadapi Ko Sung Hyun/Kim Ha Na. Pasangan Korea Selatan unggulan ketujuh itu sebelumnya menyingkirkan pemain Indonesia, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet, 21-10, 21-12.

    Ko/Kim bukan lawan asing bagi Praveen/Debby. Mereka telah lima kali berhadapan. "Kami sama-sama tahu kelebihan dan kelemahan masing-masing. Apalagi pertemuan terakhir juga ramai. Jadi buat besok tinggal siapa yang lebih siap aja di lapangan,” ujar Debby.

    Pada pertemuan terakhir di babak final Prancis Terbuka Super Series 2015, Praveen/Debby kalah rubber game 10-21, 21-15, 19-21.

    Debby tak mau bicara banyak soal target di Cina Terbuka. "Kalau tentang target, kami pasti maunya yang terbaik. Hanya kami tidak mau berpikir jauh dulu, dihadapi saja dulu satu-satu yang jadi lawan berikutnya," tuturnya.

    Tahun lalu, Praveen/Debby hanya bisa mencapai babak kedua. Ketika itu, mereka kandas di tangan pemain Cina, Liu Cheng/Bao Yixin, 16-21, 14-21.

    BADMINTON INDONESIA | RINA W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.