Hendra/Ahsan Belum Terbendung di Turnamen Cina Terbuka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan usai mencetak angka saat bertanding melawan Pebulutangkis ganda putra China, Liu Xiaolong dan Qiu Zihan pada babak final Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Jakarta, 16 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan usai mencetak angka saat bertanding melawan Pebulutangkis ganda putra China, Liu Xiaolong dan Qiu Zihan pada babak final Kejuaraan Dunia Total BWF World Championship 2015 di Jakarta, 16 Agustus 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan atlet putra pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, melangkah ke putaran kedua turnamen Cina Terbuka 2015 setelah mengalahkan pasangan Denmark dalam pertandingan babak pertama.

    "Mereka sering mengangkat bola ketika melawan kami. Kami harus tetap bertahan dari serangan-serangan itu agar tidak terkecoh. Kami tetap berusaha merebut game pertama," kata Ahsan selepas pertandingan di Fuzhou, Cina, seperti dilansir Tim Humas dan Media Sosial PBSI dalam siaran persnya, Rabu, 11 November 2015.

    Hendra/Ahsan menang atas pasangan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding pada pertandingan putaran pertama turnamen tingkat super series premier itu dengan skor 21-19, 21-11 selama 33 menit.

    Setelah saling mengejar poin pada awal game pertama, ganda putra Indonesia itu tertinggal 10-12 dan langsung membalas hingga 16-12. Kemudian, Hendra/Ahsan mengamankan game pertama dari Mads/Mads dengan skor 21-19.

    Permainan pasangan Merah Putih yang menempati peringkat kedua dunia itu semakin mulus pada game kedua dengan keunggulan 2-0, 4-2, 9-5, 11-7, hingga menang 21-11.

    "Kami terus berusaha menekan lawan lebih dulu. Saat game kedua, kami menang angin sehingga lebih mudah menang," kata Hendra.

    Pada babak kedua, Hendra/Ahsan akan menghadapi pasangan tuan rumah Wang Yilv/Zhan Wen, yang belum pernah mereka hadapi.

    "Kami tetap berusaha bermain seperti pertandingan tadi, meskipun belum pernah bertemu mereka. Tipe permainan kami, kami menyerang lebih dulu," kata Hendra.

    Selain Hendra/Ahsan, Indonesia menempatkan ganda putra lain, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, pada turnamen berhadiah total US$ 700 ribu itu.

    Namun Angga/Ricky kalah oleh pasangan unggulan ketujuh asal Cina, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, dalam tiga game selama 66 menit dengan skor 12-21, 21-15, 25-27.

    "Kami bermain terlalu berhati-hati sehingga justru gaya permainan kami tidak keluar. Padahal bola-bola lawan juga tidak terlalu bahaya," kata Ricky.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.