Ratusan Atlet Dayung Se-Indonesia Berebut Tiket PON  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedayung adu cepat pada lomba perahu tradisional Festival Boalemo 2015 di Desa Suku Bajo Boalemo, Gorontalo, 12 September 2015. Pemerintah berharap Festival Boalemo mampu mengangkat sektor pariwisata, khususnya wisata bahari. ANTARA/Yusran Uccang

    Pedayung adu cepat pada lomba perahu tradisional Festival Boalemo 2015 di Desa Suku Bajo Boalemo, Gorontalo, 12 September 2015. Pemerintah berharap Festival Boalemo mampu mengangkat sektor pariwisata, khususnya wisata bahari. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan pedayung dari seluruh Indonesia bertarung dalam kejuaraan nasional dan Kualifikasi Pra-PON di danau Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, yang digelar pada 13-18 November 2015.

    Sumatera Selatan sebagai tuan rumah menurunkan belasan atlet. Mereka menargetkan lolos PON 2016 di Jawa Barat.

    Kejuaraan ini merupakan salah satu wadah untuk mengukur kesiapan pedayung daerah dalam berebut medali PON 2016. "Nomor yang diperlombakan sama seperti kejuaraan Asia dayung pekan lalu," ujar Novis, juru bicara kejuaraan itu, Jumat, 13 November 2015.

    Para pedayung itu, kata Novis, telah menjajal lintasan yang terletak persis di tengah kawasan pusat olahraga di Indonesia tersebut sejak Kamis petang, 12 November 2015.

    Kalimantan Tengah tercatat sebagai kontingan terbesar. Mereka membawa 62 atlet. Kontingen terbesar berikutnya adalah Jawa Timur dengan 54 atlet. Maluku dan Sulawesi Barat masing-masing mengirim 4 pedayung.

    Pelatih dayung Pra-PON Sumatera Selatan, Eva Ruliningtyas, mengatakan timnya telah melakukan persiapan untuk tampil dalam kejuaraan ini sejak Kejuaraan Asia Conoe, pekan lalu. Ia pun optimistis atlet asuhannya bisa meraih tiket PON tahun depan. "Ajang ini sangat bergengsi karena ada sekitar 500 pedayung dari 25 provinsi," ujarnya.

    Eva, yang juga menjabat Pengurus Provinsi PODSI Sumatera Selatan, sangat berharap atletnya meraih tiket PON pada nomor kano dan kayak, seperti C1 Putri, K1  Putra, C1 putra, dan C2 putra melalui Hendri Gunawan, Berry Sandika, Agus, dan Maryati. Namun, dia menambahkan, untuk mendapatkan tiket itu tidak mudah karena lawan yang dihadapi cukup tangguh, apalagi tim Pra-PON Sumatera Selatan tidak melakukan tranning center (TC) seperti Pekan Olahraga Wilayah (Porwil).

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.