Master Plan Asian Games Mangkrak, KOI Bentuk Tim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia membentuk kelompok kerja (pokja) untuk menyelesaikan master plan atau rencana induk Asian Games 2018. Pembentukan pokja tersebut terjadi karena pengurus KOI yang lama tak mampu merampungkan rencana induk pesta olahraga se-Asia itu hingga tenggat September 2015.

    Alhasil, pondasi persiapan Asian Games yang dipusatkan di Jakarta itu mangkrak hingga sekarang. Dampaknya, baik KOI maupun pemerintah kesulitan mengeksekusi tahapan persiapan Asian Games yang sudah dicanangkan sejak awal tahun ini. "Karena sudah terlambat jauh banget, dua minggu ke depan diharapkan sudah selesai," kata Gatot S. Dewa Broto, juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga.

    Gatot didapuk sebagai ketua pokja dengan Dody Iswandi, Sekretaris Jenderal KOI, sebagai sekretarisnya. Menurut Gatot, sulitnya menyelesaikan master plan Asian Games tak lepas dari kongres KOI yang berlangsung 1 November lalu. Waktu kepengurusan KOI lama yang dipimpin Rita Subowo tersita dalam perhelatan tersebut. Kongres lantas menghasilkan peralihan kepemimpinan dari Rita, yang sudah menjabat dua periode, ke Erick Thohir, wakilnya.

    Kondisi itu juga berlangsung alot karena diwarnai dualisme tim penjaringan calon ketua. Kubu Rita membuat tim penjaringan sendiri, sedangkan kubu Erick yang dikomandoi Dody Iswandi juga membentuk tim yang sama. Situasi itu membuat master plan Asian Games seolah terlupakan."Kami tak mau menyalahkan siapa pun," ucap Gatot. "Kami berharap, dalam dua pekan ke depan, master plan sudah kelar. Tidak ada kompromi lagi."

    Dody mempertanyakan masalah yang membuat kepengurusan KOI lama tak berhasil merampungkan master plan Asian Games. Sebab, KOI bisa berkaca pada penyelenggaraan Asian Games di Incheon, Korea Selatan, pada tahun lalu. Sama seperti Gatot, dia pun enggan menyoalnya lebih dalam. "Kami tak ingin mendiskreditkan kepengurusan yang lalu," ujarnya.

    Adapun Rita Subowo yang dikonfirmasi menolak berkomentar. Begitu pula dengan Hifni Hassan, Sekretaris Jenderal KOI pada masa kepemimpinan Rita. "Tanyakan ke Pak Dody yang sekarang Sekjen KOI," tuturnya.

    TRI SUHARMAN 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.