Hong Kong Terbuka, Greysia/Nitya Gagal ke Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari (kiri) dan Greysia Polii bergembira usai kalahkan pasangan ganda putri Jepang, Shizuka Matsuo dan Mami Naito dalam laga BWF World Championship di Jakarta, 13 AGustus 2015. REUTERS

    Pasangan ganda putri Indonesia, Nitya Krishinda Maheswari (kiri) dan Greysia Polii bergembira usai kalahkan pasangan ganda putri Jepang, Shizuka Matsuo dan Mami Naito dalam laga BWF World Championship di Jakarta, 13 AGustus 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari gagal melangkah ke babak final Hong Kong Open Super Series 2015. Mereka kalah atas pasangan Cina, Tang Yuanting/Yu Yang, 20-22 dan 11-21, dalam pertandingan semifinal yang berlangsung Sabtu, 21 November 2015.

    “Di akhir game pertama kami coba mengubah strategi untuk mengejar ketertinggalan,” tutur Nitya. “Kami mencoba untuk bermain no lob, membuka bola untuk menghindari serangan mereka. Di game kedua, bisa dibilang kami ingin mencoba menerapkan strategi seperti di akhir game pertama. Tapi ternyata mereka mengubah permainan--seperti mengembalikan pola aja. Jadi kami agak sedikit terburu-buru.”

    Ini merupakan perjumpaan ketiga bagi dua pasangan tersebut. Di China Open Super Series Premier 2015, Greysia/Nitya kalah 10-21 dan 16-21. Di Piala Sudirman 2015, Mei lalu, Greysia/Nitya kalah 21-17, 17-21, 15-21.

    “Sejauh ini, kualitas kami setara,” kata Greysia. “Karena sudah menang di game pertama, mereka punya kepercayaan diri lebih. Sebenarnya kami masih bisa mengimbangi dengan kualitas kami. Tapi karena mereka sudah berpengalaman, terutama Yu Yang yang levelnya masih di atas kami, ketika poin-poin genting, dia lebih tenang. Itu yang harus kami perhatikan: menjaga ketenangan di lapangan, khususnya untuk saya. Sebab, saya dan Yu Yang sama-sama playmaker. Kami sama-sama mencari permainan, tapi hari ini Yu Yang bermain lebih tenang.”

    Kekalahan Greysia/Nitya memastikan final ganda putri akan dikuasai tim Cina. Di paruh undian atas, pasangan Cina, Tian Qing/Zhao Yunlei, sudah memastikan posisi di partai final lebih dulu. Tian/Zhao melaju ke final usai mengalahkan Naoko Fukumas/Kurumi Yonao dari Jepang, 21-16 dan 21-15.

    PBSI | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.