Kantongi 25 Emas, Indonesia Juara Umum di ASG 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis meja Indonesia, M. Bima Abdi berpasangan dengan Lucky melakukan servis ke arah pasangan Singapura, Hao Liwei dan Liu Hang pada penyisihan nomor ganda putra tenis meja Asean School Games (ASG) IV di GOR HCYIS, Surabaya, Jatim, (2/7). Ganda putra Indonesia berhasil melaju ke semifinal. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Petenis meja Indonesia, M. Bima Abdi berpasangan dengan Lucky melakukan servis ke arah pasangan Singapura, Hao Liwei dan Liu Hang pada penyisihan nomor ganda putra tenis meja Asean School Games (ASG) IV di GOR HCYIS, Surabaya, Jatim, (2/7). Ganda putra Indonesia berhasil melaju ke semifinal. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontingen Indonesia dinobatkan sebagai juara umum setelah mengumpulkan medali emas terbanyak pada kejuaraan ASEAN Schools Games (ASG) 2015 di Brunei Darussalam yang berakhir Kamis, dan hasil ini di luar dugaan karena hanya ditarget masuk tiga besar.

    Berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga, kontingen yang dipimpin Akhyar Matra itu mampu mengumpulkan 25 emas, 24 perak, dan 10 perunggu. Perolehan medali ini mengungguli Malaysia dengan 20 emas, 14 perak, dan 22 perunggu.

    "Saat menjadi tuan rumah (2013) kita hanya berada di posisi dua. Sesungguhnya peringkat bukan karena faktor tuan rumah, tapi tidak menjadi tuan rumah pun kita diberi berkah untuk menjadi juara umum tanpa diduga-duga," kata Matra dalam keterangan persnya.

    Raihan tertinggi pada sebuah kejuaraan bagi kontingen Indonesia bisa dikatakan sebagai hal yang luar biasa karena selama ini paceklik prestasi. Hasil pada ASG bisa dikatakan sebuah kejutan, apalagi saat berangkat tidak ditargetkan tinggi, kata Akhyar, justru menjadi motivasi tersendiri bagi kontingen Indonesia untuk mengejar prestasi. Kondisi ini dibuktikan sejak hari pertama kejuaraan dua tahunan itu, Indonesia terus memimpin dalam perolehan medali.

    "Mulai hari pertama hingga terakhir perolehan medali kita selalu di atas. Ini merupakan berkah yang luar biasa. Kita harus mensyukuri hasil ini," katanya.

    Rasa bangga terhadap kontingen Indonesia tidak hanya diungkapkan sang CDM Akhyar Matra, tapi juga dikatakan Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Nurul Qomar. Menurut dia, raihan prestasi kontingen Indonesia merupakan hasil kerja keras. Bahkan pihaknya memantau langsung pertandingan di antaranya bulu tangkis.

    Kontingen Indonesia pada hari terakhir pelaksanaan ASG memborong beberapa emas. Dari bulu tangkis mendapatkan tambahan 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Begitu juga cabang golf yang memberikan kejutan dengan meraih 2 emas dan 1 perak.

    Untuk cabang olahraga pencak silat, kontingen Indonesia mampu mempersembahkan 1 emas dan 3 perak. Satu medali emas dipersembahkan oleh Paksi Ghifari Nurgana. Dengan demikian total medali dari cabang pencak silat adalah 6 emas dan 4 perak.

    Adapun sebaran medali lain adalah atletik meraih 3 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Bulu tangkis meraih 5 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Golf 2 emas dan 1 perak. Pencak silat 6 emas dan 4 perak. Sepak takraw 1 perak dan 1 perunggu, serta renang meraih 9 emas, 12 perak, dan 4 perunggu.

    Berikut klasemen akhir ASG 2015 Brunei Darussalam:

    1. Indonesia, 25 emas, 24 perak, 10 perunggu total 59 medali.
    2. Malaysia, 20 emas, 14 perak, 22 perunggu total 56 medali.
    3. Thailand, 13 emas, 31 perak, 26 perunggu total 70 medali.
    4. Vietnam, 12 emas, 2 perak, 10 perunggu total 24 medali.
    5. Singapura, 6 emas, 4 perak, 10 perunggu total 20 medali.
    6. Filipina, 3 emas, 3 perak, 11 perunggu total 17 medali.
    7. Brunei Darussalam, 1 emas, 1 perak, 3 perunggu total 5 medali.
    8. Laos, 0 emas, 1 perak, 2 perunggu total 3 medali.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.