Pelatih yang Antar Chris John Juara, Sutan Rambing, Wafat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Indonesia Chris John berpose usai menjalani sesi latihan di Harrys Gym, Perth, Australia, (3/12). Chris John akan menghadapi penantangnya, juara dunia kelas bulu IBO asal Afrika Selatan Simpiwe Venyeka dalam pertandingan unifikasi. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Petinju Indonesia Chris John berpose usai menjalani sesi latihan di Harrys Gym, Perth, Australia, (3/12). Chris John akan menghadapi penantangnya, juara dunia kelas bulu IBO asal Afrika Selatan Simpiwe Venyeka dalam pertandingan unifikasi. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.COJakarta - Pelatih tinju Muklis Sutan Rambing meninggal dunia pada Jumat, 27 November 2015, pukul 03.30 di Rumah Sakit Roemani, Semarang. Sutan adalah pelatih yang mengantar Chris John menjadi juara dunia.

    Pelatih yang lahir pada 8 Agustus 1949 di Tondano, Sulawesi Utara, tersebut meninggalkan seorang istri, Meyrines, serta empat anak dan 13 cucu. Anak pertama Sutan, Temuzin Rambing, sudah lebih dulu meninggal dunia.

    Meyrines mengatakan suaminya meninggal karena sakit komplikasi lever, ginjal, dan stroke. "Satu bulan terakhir ini, suami saya dirawat di rumah sakit," katanya.

    Ia menuturkan, satu setengah bulan sebelum sakit stroke, suaminya sempat mendapat tawaran untuk menjadi pelatih tinju di Jepang, tapi tidak diizinkan oleh anak-anaknya karena usianya sudah lanjut.

    Meyrines mengatakan suaminya selalu menekankan agar anak-anaknya selalu jujur, tegas, dan welas asih. "Itu yang selalu ditekankan Sutan Rambing kepada anaknya, termasuk anak didiknya di dunia tinju," ujarnya.

    Jenazah Sutan Rambing dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sompok, Semarang, Jawa Tengah, pukul 13.30. 

    Tokoh-tokoh tinju di Jawa Tengah, termasuk Ketua Pertina Jawa Tengah Simon Legiman dan juara dunia kelas bulu WBA, Chris John, melayat ke kediaman keluarganya.

    Selain melatih Chris John, Sutan juga menangani juara ASIA/PABA, yaitu Soni Rambing (kelas welter), Roy Muklis (kelas bulu PABA), serta petinju-petinju yang pernah menjadi juara nasional, seperti Arthur Rambing dan Ferdinan.

    Ia memulai karier sebagai pelatih tinju pada 1976, ketika melatih di Sasana Garuda Jaya, Jakarta. Dia kemudian ke Semarang melatih di Sasana Adam selama setahun, menangani Sasana Orang Tua Semarang sampai 1989, lalu menangani Sasana Tugu Muda (1997/1998) yang akhirnya berganti nama menjadi Sasana Tugu Muda Bank Buana, yang melahirkan Chris John.

    Sebelum menjadi pelatih, ia dikenal sebagai petinju nasional amatir, kemudian terjun di profesional pada 1970-an.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?