Gebrakan Baru Pengurus Satlak Prima: Tes Kesehatan Atlet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet kayak Tiongkok Wenjun dan Qing beradu cepat dengan atlet kayak Kazakhstan Natalya dan Irina dalam final nomor Kayak 2 500 Meter Putri Asian Canoe Championships 2015 di Arena Ski Air, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumsel, 5 November 2015. Wenjun dan Qing berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1:46,054 dalam nomor tersebut. ANTARA FOTO

    Atlet kayak Tiongkok Wenjun dan Qing beradu cepat dengan atlet kayak Kazakhstan Natalya dan Irina dalam final nomor Kayak 2 500 Meter Putri Asian Canoe Championships 2015 di Arena Ski Air, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumsel, 5 November 2015. Wenjun dan Qing berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1:46,054 dalam nomor tersebut. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mendukung pelaksanaan tes kesehatan kepada atlet yang akan dilakukan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Tes ini merupakan salah satu program peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

    "Kami setuju dengan program itu. Dengan adanya tes kita akan mengetahui secara detail kondisi atlet," kata Kabid Binpres PP PBSI Rexy Mainaki di sela workshop Satlak Prima "Program Performa Tinggi dengan Implementasi Sport Science" di Bandung, Jawa Barat, Senin.

    Tes kesehatan secara keseluruhan bagi atlet, kata dia, memang perlu dilakukan karena akan berkaitan dengan penanganan masing-masing atlet, baik saat mengalami cedera maupun saat memberikan materi latihan.

    "Kita akan jadi lebih tahu porsi yang harus diberikan pada atlet. Misalnya, atlet A lemah di sini maka kita harus mencari formula untuk meningkatkannya. Jika atlet B sudah kuat bagaimana biar lebih kuat lagi," katanya menambahkan.

    Satlak Prima di bawah pimpinan Ahmad Sucipto langsung membuat gebrakan dengan pelaksanaan tes kesehatan dan screening bagi atlet Indonesia. Tes ini dilakukan untuk mengetahui profil detail atlet yang sudah terakreditasi dan nantinya akan menjadi database yang dipegang oleh lembaga bentukan pemerintah itu.

    Sesuai dengan rencana, tes kesehatan dan screening kepada atlet akan dilakukan pada Januari 2016. Semua data dari tes atlet tersebut diharapkan tuntas dalam pendataannya hingga Februari. Tes ini akan melibatkan banyak pihak mulai ahli fisik, psikologi, hingga nutrisi.

    Bagi Satlak Prima, mengetahui kondisi kesehatan dan data atlet sangat penting. Hal ini dilakukan untuk menerapkan program performa tinggi dengan implementasi sport science yang saat ini terus digalakkan.

    "Satlak Prima hanya membina atlet elite. Jadi untuk menentukan program harus disesuaikan dengan profil masing-masing atlet. Makanya semua atlet harus melakukan tes kesehatan," kata Ketua Satlak Prima Ahmad Sucipto di sela-sela workshop.

    Menurut dia, untuk membina atlet, meski sudah masuk level elite, tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus ada juga kerja sama dengan pemangku kepentingan termasuk konsultan. Dengan program yang akan dijalankan ini, diharapkan prestasi olahraga Indonesia meningkat.

    Dalam workshop yang dihadiri semua perwakilan pengurus pusat/besar cabang olahraga ini juga dihadirkan konsultan olahraga asal Australia, yaitu Stephen Bird yang menjelaskan tentang "performance profiling dan prediction".

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?