Manny Pacquiao Lawan Marquez di Pertarungan Penghabisan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao tersenyum saat melakukan latihan di Los Angeles, 15 April 2015. Manny Pacquaio dijadwalkan akan bertanding melawan petinju asal Amerika Serikat, Floyd Mayweather Jr. AP Photo

    Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao tersenyum saat melakukan latihan di Los Angeles, 15 April 2015. Manny Pacquaio dijadwalkan akan bertanding melawan petinju asal Amerika Serikat, Floyd Mayweather Jr. AP Photo

    TEMPO.COJakarta - Manny Pacquiao, petinju legendaris dari Filipina, kemungkinan besar dipertemukan kembali dengan petinju tersohor dari Meksiko, Juan Manuel Marquez.

    Pertarungan yang diharapkan berlangsung pada April 2016 nanti akan menjadi pertarungan terakhir Pacquiao, yang baru genap berusia 37 tahun.

    Harapan mempertemukan kembali Pacquiao dengan Marquez itu diprakarsai pelatih Pacquiao, Freddie Roach. Pacquiao sudah empat kali bertarung melawan Marquez.

    Pertarungan keempat atau yang terakhir mereka berlangsung di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada Desember 2012. Waktu itu Pacquiao kalah knock-out (KO) pada ronde keenam dari 12 ronde yang direncanakan dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia versi Word Boxing Organization (WBO) di kelas welter (66,678 kg). 

    Pertarungan pertama mereka di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 2004, berakhir imbang. Dalam laga itu mereka memperebutkan gelar juara dunia Lineal dan The Ring di kelas bulu (57,153 kg). 

    Pertarungan kedua terjadi saat Marquez memegang gelar juara dunia kelas superbulu (58,967 kg) World Boxing Council (WBC) di Las Vegas pada 2008. Pertarungan itu dimenangi Pacquiao dengan angka. Pertarungan ketiga di Las Vegas pada 2011 di kelas welter juga dimenangi petinju Filipina berjulukan Pac-Man ini.

    “Saya ingin mempertemukan mereka kembali,” kata Roach. “Saya pikir pertemuan nanti akan menjadi pertarungan besar. Saya pikir dia berutang satu hal kepada kami (menang KO).”

    Sebelumnya, Roach menginginkan Pacquiao bertarung ulang melawan petinju Amerika Serikat tak terkalahkan, Floyd Mayweather. Namun petinju berumur 38 tahun yang sukses memenangi total 49 pertarungan selama kariernya ini sudah memutuskan gantung sarung tinju. 

    Roach kemudian melirik Marquez, yang sudah berusia 42 tahun, dan mengesampingkan sejumlah petinju lain yang sangat berharap bisa menjadi lawan Pacquiao untuk pertarungan terakhirnya. 

    Di antara mereka terdapat petinju Inggris lawan latih tanding Pacquiao, Amir Khan. Kemudian juara dunia kelas welter ringan versi WBO tak terkalahkan, Terence Crawford, dari Amerika Serikat; dan juara dunia kelas welter WBO, Timothy Bradley Jr, juga dari Amerika. 

    Pertarungan pada April mendatang akan menjadi pertarungan ke-66 dan terakhir bagi Pacquiao. Secara keseluruhan, rekor bertandingnya 57 kali menang (38 dengan KO), 6 kali kalah, dan 2 kali imbang.

    Seusai pertarungan April nanti, Pacquiao berencana memfokuskan perhatian pada kariernya di bidang politik. Saat ini ia menjadi anggota Kongres Provinsi Mindanao, Filipina. 

    Petinju yang pernah tampil sebagai juara dunia di delapan kelas ini akan mencalonkan diri sebagai anggota senat Filipina dalam pemilihan umum pada Mei mendatang.

    Adapun “El Dinanita” Marquez memiliki rekor bertarung 56 kali menang (40 kali dengan KO), 7 kali kalah, dan sekali imbang. 

    "Pacquiao membutuhkan pertarungan menghadapi lawan yang orang ingin saksikan,” kata Roach. “Dia telah menghadapi banyak petinju dan masih ingin bertarung melawan siapa pun.”

    BOXREC | CHRISTIANPOST | PHILSTAR | AGUS B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.