Minim Dana, Pekan Paralympic Jawa Timur Gelar 5 Cabang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang atlit difabel bersiap melemparkan buah cakramnya saat lomba atletik lempar cakram saat kejuaraan tingkat daerah National Paralympic Comitee memperebutkan Piala Bergilir Walikota Surabaya di Lapangan Tor, Surabaya (8/6). Kejuaraan atletik bagi penyandang cacat ini di ikuti ratusan atlit difable di Jawa Timur. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang atlit difabel bersiap melemparkan buah cakramnya saat lomba atletik lempar cakram saat kejuaraan tingkat daerah National Paralympic Comitee memperebutkan Piala Bergilir Walikota Surabaya di Lapangan Tor, Surabaya (8/6). Kejuaraan atletik bagi penyandang cacat ini di ikuti ratusan atlit difable di Jawa Timur. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Bangkalan -  Ketua Nasional Paralympic Committee (NPC) Jawa Timur Jimhur Saros mengatakan  Pekan Paralympic Provinsi Jawa Timur (olahraga khusus penyandang disabilitas)  yang dipusatkan di Kabupaten Bangkalan tahun ini hanya mempertandingkan lima dari 12 cabang olahraga.

    Menurut dia, keterbatasan fasilitas dan minimnya anggaran menjadi penyebab tidak bisa dipertandingkannya semua cabang olahraga dalam kegiatan yang digelar setiap 4 tahun sekali itu. "Karena anggaran yang ada hanya cukup untuk lima cabang olahraga saja, makanya kita maksimalkan yang ada," kata dia, Kamis, 24 Desember 2015.

    Lima cabang olahraga yang dipertandingkan adalagh renang, voli duduk, atletik, tenis meja dan bulu tangkis. Lokasi pertandingan dipusatkan di Gedung Rato Ebu dan Stadion Gelora Bangkalan. Pekan paralympic akan diselenggarakan mulai 23 hingga 25 Desember 2015.

    Jimhur menambahkan pekan paralympic kali ini bisa terselenggara berkat bantuan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan 17 perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di wilayah Jawa Timur. "Terima kasih atas dukungan SKK Migas Jabanusa kepada kami," ujar dia.

    Meski digelar serba kekurangan, Jimhur mengatakan para peserta lomba tetap antusias. Hingga pembukaan kemarin, kata dia, 171 atlet dari 19 kabupaten di Jawa Timur ikut ambil bagian, termasuk 30 tim ofisial. "Tim ofisial banyak karena saat berlomba satu atlet difabel harus diikuti tiga pengawas. Itu sudah  prosedurnya," ucap dia.

    Dari Pekan Paralympic  ini, Jimhur menargetkan ada 100 atlet yang bisa masuk pelatnas paralympic. "Melihat antusiasme atlet berlatih, saya optimistis target 100 atlet akan tercapai," kata dia.

    Sementara itu, Tatok Hadiyanto, atlet difabel asal Kabupaten Situbondo mengaku senang dengan digelarnya Pekan Paralympic Jawa Timur. Menurutnya, sudah lama tidak ada turnamen seperti itu. "Saya senang, karena sekalian jadi ajang silaturahmi," kata dia.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.