Asian Games 2018 di Palembang, Ini Keuntungannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet pencak silat menghadiri peluncurkan logo dan maskot Asian Games Jakarta - Palembang 2018 di Jakarta, 27 Desember 2015. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Sejumlah atlet pencak silat menghadiri peluncurkan logo dan maskot Asian Games Jakarta - Palembang 2018 di Jakarta, 27 Desember 2015. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelenggaraan Asian Games 2018 akan memacu pembangunan infrastruktur di Palembang dan Sumatera Selatan secara umum, karena sarana pendukung harus tersedia untuk kelancaran pesta olahraga internasional tersebut. "Ini keuntungan Asian Games," kata Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel Ruslan Bahri, Selasa 29 Desember 2015.

    "Selain fasilitas olahraga, sarana pendukung seperti infrastruktur harus tersedia agar dapat menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang baik dan memenuhi standar internasional," kata Ruslan Bahri. Ia mencontohkan, pembangunan jalan dan jembatan harus tersedia sesuai kebutuhan dalam memperlancar pesta olahraga yang diikuti utusan 45 negara tersebut.

    "Jadi Asian Games akan memacu pembangunan infrastruktur karena dibutuhkan sarana pendukung," ujar dia. Oleh karena itu pesta olahraga yang mempertandingkan puluhan cabang olahraga tersebut sangat bermanfaat bagi Sumsel, karena akan menambah berbagai fasilitas seperti jembatan Musi, jembatan layang termasuk perbaikan fasilitas untuk kelancaran arus lalu lintas kendaraan.

    Bahkan, lanjut dia, dengan menjadi tuan rumah Asian Games, maka di Sumsel akan dibangun jembatan Musi IV dan Musi VI, dan dua jembatan layang yakni di Simpang Kramasan Kertapati dan simpang Tanjung Api-Api.

    Menurut Ruslan, pembangunan semua sarana itu mayoritas menggunakan dana APBN sehingga banyak manfaat bagi Sumsel menjadi tuan rumah pesta olahraga internasional tersebut. 

    ANTARA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.