Praveen/Debby Bukan Hanya Pelapis Tontowi/Liliyana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Ganda Campuran Bulutangkis Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Debby Susanto saat memenangkan partai Ganda Campuran dengan tiga set 18-21, 21-13 dan 25-23 di Sea Games 2015 Singapura, 16 Juni 2015. Pasangan ini sukses meraih Medali Emas terakhir yang dipersembahkan kontingen Indonesia. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Pasangan Ganda Campuran Bulutangkis Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Debby Susanto saat memenangkan partai Ganda Campuran dengan tiga set 18-21, 21-13 dan 25-23 di Sea Games 2015 Singapura, 16 Juni 2015. Pasangan ini sukses meraih Medali Emas terakhir yang dipersembahkan kontingen Indonesia. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih nasional bulu tangkis ganda campuran, Richard Mainaky, mengatakan Praveen Jordan/Debby Susanto bukan sekadar pelapis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Menurut dia, mereka justru bisa bersaing dengan seniornya tersebut.

    "Kualitas Praveen/Debby kini jauh lebih baik. Mereka kini bisa mengalahkan pasangan-pasangan unggulan. Misalnya, walaupun Tontowi/Liliyana sudah kalah, Praveen/Debby tetap percaya diri melaju sendiri," ucap Richard, seperti dikutip dari situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia, Selasa, 29 Desember 2015.

    Lebih detail, Richard menyebut penampilan Debby sudah konsisten. "Di latihan pun, dia stabil. Jadi saya tidak khawatir di pertandingan," ujarnya. Namun, untuk Praveen, ia masih mempunyai catatan. "Praveen masih harus tahu cara mengendalikan mood-nya."

    Meski penampilan Praveen/Debby mengalami peningkatan, Tontowi/Liliyana yang sudah tidak ada masalah dalam hal teknik dan fisik masih tetap menjadi andalan Indonesia untuk bisa meraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Demi mencapai target itu, Richard menetapkan peraturan khusus untuk Tontowi.

    "Saya mau Tontowi lebih fokus, jadi saya punya treatment khusus untuk Tontowi," tuturnya. Tontowi pun telah berkomitmen tinggal di pelatnas setiap hari dan hanya pulang saat akhir pekan.

    Khusus untuk Liliyana, Richard menerapkan strategi dalam mengatur program latihan untuk menghindari rasa jenuh. Sebab, pemain asal Manado itu sudah belasan tahun berkarier di bulu tangkis.

    "Kalau Liliyana, mau dikasih latihan seperti apa pun, pasti dimakan sama dia. Tanpa disadari, kadang itu bikin dia jenuh. Jadi kami harus tahu kapan saatnya dia harus rileks," kata Richard.

    Saat ini kedua pasangan ditargetkan bisa meraih gelar juara All England. Untuk pemain pelapis mereka, Richard menyiapkan untuk bertanding di SEA Games 2017. Apabila di pesta olahraga se-ASEAN itu sukses, pemain pelapis akan diberi kesempatan tampil di Asian Games 2018. Selain pencapaian gelar, pembentukan strategi dalam bermain dan peningkatan jam terbang menjadi perhatian timnya.

    BADMINTON INDONESIA | RINA W.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.