Anggar Indonesia Berniat Boyong Pelatih Asal Korea  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cabang olahraga anggar pertama kali dipertandingkan pada tahun 1896, di ajang olahraga olimpiade. Baku, Azerbaijan, 23 Juni 2015. Paul Gilham/Getty Images

    Cabang olahraga anggar pertama kali dipertandingkan pada tahun 1896, di ajang olahraga olimpiade. Baku, Azerbaijan, 23 Juni 2015. Paul Gilham/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Pengurus Daerah Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jawa Barat akan mendatangkan pelatih asal Korea Selatan pada Januari 2016 untuk menggenjot kemampuan atlet pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON XIX/2016 Jawa Barat.

    "Rencananya Januari nanti atlet Pelatda cabang anggar sudah ditangani pelatih asal Korea," kata Sekretaris Umum Pengda Ikasi Jawa Barat Trio Arsefto di Bandung, Kamis.

    Menurut dia, kehadiran pelatih asal Gyeongsangbukdo Korea tersebut merupakan bagian dari kerja sama KONI Jawa Barat dengan Komite Olahraga Gyeongsangbukdo. 

    Ia berharap kehadiran pelatih asing itu bisa menambah semangat juang dan motivasi para atlet dalam persiapan menuju PON XIX/2016.

    "Selama enam bulan pelatih itu akan menempa atlet Pelatda, selanjutnya atlet akan diboyong dalam program latihan di Korea sebelum turun di PON," katanya.

    Tim Jawa Barat yang memiliki keuntungan lolos tanpa babak kualifikasi karena bertindak sebagai tuan rumah dipastikan turun di semua kelas. Meski demikian, Pengda Ikasi tetap akan memantau peringkat setiap atlet di kelas masing-masing.

    Dengan target minimal tiga emas, menurut Trio, Ikasi akan terus mengoptimalkan peluang yang ada. Cabang anggar memiliki sejarah emas meski dalam beberapa PON mengalami penurunan.

    "Kini di Bandung kami akan berusaha maksimal, peluang ada di beberapa nomor degen dan floret," katanya.

    Di sisi lain, konsentrasi Pengda Ikasi Jawa Barat juga kian fokus setelah ada keputusan PB PON XIX/2016 terkait dengan perubahan susunan kepanitiaan pertandingan cabang anggar PON XIX/2016.

    "Semuanya sudah beres dan bisa lebih konsentrasi melakukan Pelatda dan mempersiapkan kelengkapan kepanitiaan untuk pertandingan nanti," kata Trio menambahkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.