Piala Hopman 2016, Australia Hadapi Ukraina di Final

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Nick Kyrgios setelah berhasil mengalahkan Roger Federer dengan tiga babak 6-7(2), 76(5), 7-6(12) pada pertandingan babak kedua Mutua Madrid Open di Spanyol, 6 Mei 2015. Clive Brunskill/Getty Images

    Ekspresi Nick Kyrgios setelah berhasil mengalahkan Roger Federer dengan tiga babak 6-7(2), 76(5), 7-6(12) pada pertandingan babak kedua Mutua Madrid Open di Spanyol, 6 Mei 2015. Clive Brunskill/Getty Images

    TEMPO.CO, Perth -  Pasangan petenis Australia, Nick Kyrgios dan Daria Gavrilova, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya setelah memastikan membawa negerinya lolos ke babak final Piala Hopman 2016. Dalam babak penyisihan terakhir, Jumat, 8 Januari 2016, mereka menang tipis 2-1 atas tim Prancis, di Perth, Australia.

    Kyrgios dan Gavrilova pantas bergembira karena mereka harus bersaing dengan tim Inggris, yang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Jumat pagi menang telak 3-0 atas regu Jerman. Australia Hijau lebih berhak ke final karena mereka tak terkalahkan dalam tiga kali pertandingan babak penyisihan. Hasil yang lebih baik dibanding tim Inggris, yang dua kali menang dan sekali kalah.

    Di babak final, Sabtu, 9 Januari 2016 ini, mereka bertemu dengan tim terbaik Grup A, Ukraina, yang diperkuat Alexandr Dolgopolov dan Elina Svitolina. Ukraina tampil sebagai yang terbaik di Grup A setelah memenangi seluruh tiga pertandingan babak penyisihan.

    Turnamen Piala Hopman—yang merupakan kejuaraan beregu campuran—pada tahun ini diikuti delapan tim, yaitu Australia, yang mengirim dua tim, yakni Emas dan Hijau; Jerman; Republik Cek; Ukraina; Amerika Serikat; Inggris; serta Prancis.

    Tim Australia Hijau sungguh luar biasa. Teristimewa mereka menundukkan Inggris 2-1. Padahal Inggris punya pemain nomor 2 putra dunia, Andy Murray, serta pemain putri peringkat ke-55 dunia, Heather Watson. Namun Kyrgios dan Gavrilova—yang baru berumur 20 tahun dan 21 tahun—menjadi yang terbaik di Grup B.

    Perjuangan mereka pun luar biasa. Laga melawan regu Prancis itu berlangsung alot. Setelah pada tunggal putra Kyrgios menang 6-4, 6-4, atas Kenny De Schepper, tunggal putri Prancis, Caroline Garcia, menyamakan kedudukan 1-1 dengan mengalahkan Gavrilova 6-4, 7-6 (7).

    Dalam pertandingan ketiga ganda campuran, Kyrgios/Gavrilova unggul di set pertama 6-4, namun kalah di set kedua 2-6 oleh De Schepper/Garcia. Pada babak tiebreak, pertandingan berlangsung menegangkan, karena skor sempat imbang 3-3, 5-5, 6-6, dan 8-8, sebelum akhirnya dimenangi Kyrgios/Gavrilova 11-9.

    Kyrgios dan Gavrilova sebetulnya tak begitu diunggulkan ketimbang tim Australia Emas. Hewitt, yang merupakan tutor Kyrgios, mengaku bangga anak asuhnya berhasil lolos ke babak final.

    “Servis Nick merupakan yang terbaik sepanjang sepekan turnamen ini. Dalam latihan servisnya juga sangat keras, baik servis pertama maupun kedua,” kata Hewitt. “Tapi saya lebih terkesan lagi dengan pergerakan kakinya dan cara dia berbalik dari bertahan menjadi menyerang. Itu bukanlah hal yang mudah dilakukan melawan seperti Andy Murray.”

    Di babak penyisihan, Kyrgios mengalahkan Murray 6-4, 7-6 (5). “Ini merupakan persiapan yang sangat baik baginya (Kyrgios) menjelang Australia Terbuka,” ujar Hewitt.

    Hasil itu menunjukkan kesiapan keduanya untuk tampil di Melbourne nanti. Terlebih lagi hasil itu menunjukkan mereka menjanjikan sebagai pemain masa depan Australia, yang merupakan satu di antara kekuatan tenis dunia.

    HOTMANCUP | SMH | ATP | WTA | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.