Banyak Pihak Tak Sepakat dengan Naturalisasi Pemain IBL

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebasket Indonesia A. Santosa (baju merah) berusaha mencetak skor dalam pertandingan Bola Basket SEA Games 2015, Singapura, 12 Juni 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Pebasket Indonesia A. Santosa (baju merah) berusaha mencetak skor dalam pertandingan Bola Basket SEA Games 2015, Singapura, 12 Juni 2015. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Indonesian Basketball League (IBL) Hasan Gozali menilai bahwa naturalisasi pemain tidak menjamin akan menambah kekuatan atau performa tim dalam sebuah pertandingan.

    "Kalau dilihat tim yang punya naturalisasi pemain lebih kuat, tapi sebenarnya itu bukan jaminan. Oleh karenanya banyak tim yang tetap tidak mau naturalisasi pemain," ujar Hasan saat di Jakarta, Senin.

    Dia menjelaskan, alasan sebagian besar tim di dalam IBL yang enggan menggunakan naturalisasi pemain ialah masih menganggap pemain lokal masih bisa bermain dengan baik dan imbang.

    Mengenai adanya sejumlah kabar yang mengatakan bahwa naturalisasi pemain dianggap tidak adil, dia menjelaskan pihaknya akan melakukan pengkajian seusai turnamen reguler IBL musim 2015-2016.

    "Nanti akan kita kaji apakah hal ini membawa kebaikan pada liga atau tidak. Jadi untuk musim ini ya kita jalani dulu, musim depan kita evaluasi lagi," tukas Hasan menjelaskan.

    Dia menuturkan, target IBL musim ini adalah dapat dilaksanakan dengan baik dan adil untuk semua tim dan diharapkan bisa memberi dampak positif pada persiapan tim nasional.

    "Semoga turnamen reguler IBL ini bisa menambah jam terbang untuk pertandingan-pertandingan nasional nantinya," ujar Hasan menambahkan.

    Sehubungan dengan hal tersebut, Sekjen Perbasi Budisatrio Djiwandono menjelaskan bahwa hal tersebut akan tetap dilakukan namun dengan pengawasan dan akan dilakukan evaluasi.

    Budi berpendapat, diharapkan dengan adanya naturalisasi maka para pemain lokal dapat berlatih dengan lebih keras sehingga menghasilkan pemain dalam negeri yang memiliki kualitas seimbang.

    "Terkait dengan naturalisasi, apapun hasilnya dari turnamen ini akan kita evaluasi di akhir. Prinsipnya adalah kita akan mengedepankan atlet basket Indonesia yang lebih tangguh," tukas Budi (8/1).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.