Satria Muda Bukukan Kemenangan di Seri Pertama IBL

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Satria Muda Britama Jakarta Christian Sitepu (kanan) berebut bola dengan pemain Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Adhi Pratama pada laga babak Grand Final Liga Bola Basket Nasional Indonesia di Hall Basket Senayan, Jakarta, 10 Mei 2015. Satria Muda Britama Jakarta mengalahkan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta dengan skor 62-54. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Pemain Satria Muda Britama Jakarta Christian Sitepu (kanan) berebut bola dengan pemain Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta Adhi Pratama pada laga babak Grand Final Liga Bola Basket Nasional Indonesia di Hall Basket Senayan, Jakarta, 10 Mei 2015. Satria Muda Britama Jakarta mengalahkan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta dengan skor 62-54. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Satria Muda Pertamina (SMP) Jakarta berhasil menang atas NSH Jakarta dalam pertandingan lanjutan hari ke empat seri I kompetisi reguler Indonesian Basketball League (IBL) 2016.

    Dalam pertandingan yang berlangsung di Hall A Basket Senayan, Jakarta tersebut, SMP mengungguli NSH dengan perolehan poin 53-44. Keunggulan SMP juga sudah terlihat sejak awal pertandingan dimulai.

    Setelah tip off SMP langsung menorehkan nilai dan unggul atas NSH dengan poin 9-5, akan tetapi NSH sempat menyusul untuk membalikan posisi poin menjadi 11-9.

    Masuknya pemain cadangan dari SMP yaitu Riza Raharjo dan Sandy Azis juga menambah kekuatan tim asuhan pelatih Cokorda Raka Satrya Wibawa tersebut.

    Kedua pemain tersebut langsung sukses menambah poin melalui tembakan tiga angka, hingga akhir kuarter pertama SMP berhasil memimpin dengan perolehan poin 17-10.

    Pada kuarter kedua NSH mengubah pola permainan menjadi zona pertahanan, sedangkan Andi Amir yang baru masuk langsung menggebrak dengan mencetak empat poin.

    Pada akhir kuarter kedua pun NSH berhasil memperkecil selisih angka dengan SMP menjadi 22-25.

    Lepas turun minum, hanya dalam waktu dua setengah menit SMP bisa mencetak sembilan angka beruntun. Pertahanan ketat yang diperagakan oleh SMP dengan menghadang setiap serangan mampu dijalankan dengan cukup baik.

    NSH hanya mampu mencetak empat angka pada kuarter ini, sementara SMP mampu menambah 18 poin. SMP melebarkan keunggulan menjadi 43-26 saat bel berbunyi.

    NSH mencoba mengejar pada kuarter terakhir melalui transisi dari hasil pertahanan agresif mereka. Sebanyak 14 poin berhasil diciptakan oleh tim asuhan pelatih Mayckel Feerdinandus itu pada kuarter ini.

    Namun, hal itu belum cukup membantu karena SMP tetap mampu menjaga keunggulan 53-44 pada akhir pertandingan.

    Selanjutnya, SMP akan berjumpa Satya Wacana Salatiga pada pertandingan Kamis (14/1), sementara NSH akan bertemu JNE Bandung Utama pada Rabu (13/1).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?