Atletik Terus Dililit Kasus Doping, Sponsor Hengkang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sprinter asal Jamaika, Usain Bolt melewati garis finish pertama dengan diikuti oleh pelari asal Amerika, Justin Gatlin dalam ajang 100 meter Kejuaraan Atletik Dunia 2015 di Beijing, Cina, 24 Agustus 2015. Bolt mencapai garis finish lebih cepat selisih 0.01 detik dari Gatlin. (AP Photo)

    Sprinter asal Jamaika, Usain Bolt melewati garis finish pertama dengan diikuti oleh pelari asal Amerika, Justin Gatlin dalam ajang 100 meter Kejuaraan Atletik Dunia 2015 di Beijing, Cina, 24 Agustus 2015. Bolt mencapai garis finish lebih cepat selisih 0.01 detik dari Gatlin. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Raksasa sepatu dan perlengkapan olahraga Jerman, Adidas, yang merupakan sponsor terbesar Federasi Atletik Dunia (IAAF) mengakhiri kontrak sponsor bernilai jutaan dolar Amerika Serikat dengan IAAF empat tahun lebih cepat dari kontrak semestinya. Hal itu dilaporkan BBC dengan mengutip AFP.

    BBC melaporkan, keputusan Adidas berkaitan langsung dengan skandal doping yang melanda dunia atletik.

    Adidas mengaku sudah memberi tahu IAAF mengenai penarikan mereka dari kesepakatan itu menyusul hasil laporan Komisi Independen dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang dipublikasikan November lalu bahwa Rusia mensponsori doping.

    Belum lama ini, kepala komisi ini, Dick Pound, menerbitkan laporan kedua yang mengungkapkan korupsi mewabah di IAAF pada masa kepemimpinan Lamine Diack—kini mantan Presiden IAAF.

    Hal itu, menurut BBC, membuat Adidas menghentikan kesepakatan dengan IAAF. Menurut BBC, Adidas yakin pengungkapan kasus doping dalam laporan Pound menyimpulkan ada pelanggaran dalam kesepakatan dengan IAAF.

    Kontrak kesponsoran atletik selama sebelas tahun itu ditandatangani pada 2008 dan semestinya berakhir pada 2019. Saat disepakati, nilai kontrak itu disebut mencapai US$ 33 juta, seperti dilansir AFP.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.