Terancam Dibubarkan, BOPI Bela Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PSSI Joko Driyono (kedua kanan) berjabat tangan dengan Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman (kedua kiri) jelang konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, 23 Februari 2015. ANTARA FOTO

    Sekjen PSSI Joko Driyono (kedua kanan) berjabat tangan dengan Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman (kedua kiri) jelang konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, 23 Februari 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COMakassar - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengatakan lembaganya berperan besar dalam melaksanakan fungsi pembinaan, pengembangan, pengawasan, dan pengendalian terhadap setiap kegiatan olahraga di Indonesia. Ia melontarkan klaim itu di tengah embusan kabar tentang pembubaran BOPI.

    “Dalam tiga tahun terakhir, kami memang sangat berperan penting dalam urusan olahraga di Indonesia,” kata Heru Nugroho, Sekretaris Jenderal BOPI, melalui siaran pers yang dikirim via WhatsApp, Jumat, 29 Januari 2016.

    Kabar ini dimulai dari surat edaran bernomor R/71/M.PANRB/11/2015 tertanggal 2 November 2015, yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menyebutkan BOPI menjadi satu di antara 14 lembaga non-struktural (LSN) yang direkomendasikan dibubarkan dengan alasan tumpang-tindih serta tidak mengedepankan efektivitas dan efisiensi. 

    Menurut Heru, BOPI justru mampu menjadi filter terhadap aturan (rules of the game) olahraga profesional yang tidak dijalankan dengan baik oleh induk olahraga, bahkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

    Heru menuturkan olahraga yang berhasil dikembangkan dan terus mendapat pengawasan, seperti tinju, golf, muay Thai, basket profesional, liga voli profesional, dan yang paling aktual adalah kompetisi sepak bola profesional Indonesia Super League (ISL). 

    Ketika mengawasi sepak bola, BOPI juga menerapkan aturan ketat. “Kami awasi ketat, cermat, dan intensif, yang berlandaskan aturan standar FIFA (induk sepak bola dunia), tapi induk sepak bola nasional tak mampu menjalankannya dengan baik,” ujarnya.

    Klub-klub profesional yang tidak memiliki akta pendirian PT, tak punya NPWB, hingga klub yang mengemplang pajak, menurut Heru, juga berhasil ditindak tegas. Termasuk soal kontrak pemain dan kelalaian klub terhadap gaji pemain yang tidak dibayarkan.

    Ketua BOPI Noor Aman menangkap ada kejanggalan dalam rekomendasi Menteri Yuddy, yaitu rekomendasi agar BOPI dibubarkan dengan alasan berpotensi tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugasnya. Menurut dia, Yuddy memiliki pemikiran berbeda sehingga ingin membubarkan BOPI. "Uniknya, saat BOPI begitu aktif menjalankan fungsi dan perannya di olahraga profesional, malah ingin dibubarkan,” katanya.

    Ia mengungkapkan, selama ini lembaganya sangat efektif dan efisien dalam menjalankan tugas ataupun penggunaan anggaran. Ia membeberkan anggaran yang didapatkan pada 2014 sebesar Rp 1,5 miliar dan hanya terserap Rp 750 juta.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.