Tinju Dunia: Cara Daud Yordan Redam Yoshitaka Kato  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daud Yordan berlatih di Senayan, Jakarta, 11 Mei 2015. Daud Yordan akan kembali naik ring tinju melawan petinju asal Ghana, Maxwell Awuku pada tanggal 6 Juni di DBL Arena, Surabaya. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Daud Yordan berlatih di Senayan, Jakarta, 11 Mei 2015. Daud Yordan akan kembali naik ring tinju melawan petinju asal Ghana, Maxwell Awuku pada tanggal 6 Juni di DBL Arena, Surabaya. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COKuta - Setelah berlatih bersama Craig Christian di Bali selama hampir dua bulan, Daud ‘Cino’ Yordan bertolak ke Jakarta, Sabtu, 30 Januari 2016. Juara tinju kelas ringan versi WBO Asia Pasific itu akan bertarung melawan petinju Jepang, Yoshitaka Kato, Jumat, 5 Februari 2016, di Balai Sarbini, Jakarta.

    "Saya hanya menjaga kondisi fisik dan teknik sesuai dengan waktu yang tersisa, sembari mengikuti kegiatan lain yang sudah disiapkan promotor,” kata Daud saat ditemui Tempo di Kuta, Bali, Jumat, 29 Januari 2016.

    Daud yakin hasil latihannya mampu menumbangkan Kato. Di Bali, Daud menjalani latihan sparring partner dengan tiga petinju berkelas, yaitu Hero Tito, Larry Siwu, dan Sahlan Koral. "Hasilnya, menurut pelatih (Craig), sudah sangat bagus untuk menerapkan strategi. Perintah otak dan kerja otot saya bisa sinkron."

    Berdasarkan hasil evaluasi Craig, kata Daud, pukulan lurus dan dominasi penyerangan terhadap lawan akan menjadi kunci dalam pertarungan Daud melawan Yoshitaka Kato. Satu minggu sebelum Daud berangkat ke Jakarta, Craig menerapkan latihan malam untuk petinju berusia 28 tahun itu.

    "Biasanya saya latihan pukul 17.00 Wita, tapi sekarang latihan pukul 22.00 Wita sesuai dengan waktu pertarungan. Latihan malam lebih diutamakan oleh Craig supaya saya tidak kaget. Latihan malam akan berlanjut di Jakarta,” tuturnya.

    Daud menjelaskan, beberapa hari menjelang pertandingan melawan Kato, program latihan yang ia jalani lebih ringan. Daud berambisi mampu mengalahkan petinju Yoshitaka. "Saya tidak berpikir kalah karena ini salah satu tangga saya menggapai juara dunia. Kemenangan menjadi harga mati," ujar Daud.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.