Lawan Kato, Debut Daud Hadapi Petinju Asal Negeri Sakura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Indonesia Daud Yordan (kiri) dan petinju Jepang Yoshitaka Kato (kanan) saling berhadapan disaksikan Promotor Tinju Raja Sapta Oktohari (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, 1 Februari 2016. Mereka akan bertanding guna memperebutkan sabuk Juara WBO (The World Boxing Organization) Asia-Pacific dan Africa. ANTARA FOTO

    Petinju Indonesia Daud Yordan (kiri) dan petinju Jepang Yoshitaka Kato (kanan) saling berhadapan disaksikan Promotor Tinju Raja Sapta Oktohari (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, 1 Februari 2016. Mereka akan bertanding guna memperebutkan sabuk Juara WBO (The World Boxing Organization) Asia-Pacific dan Africa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Juara tinju kelas ringan (61,2 kilogram) WBO Asia Pasifik Daud Yordan mengakui bahwa Yoshitaka Kato merupakan petinju pertama dari Jepang yang akan dihadapi pada pertarungan di atas ring.

    "Betul Mas, dia (Yoshitaka Kato) merupakan petinju dari Jepang pertama yang dihadapi pada pertarungan di atas ring," kata petinju dengan rekor bertarung 34 kali menang (24 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah ketika dihubungi dari Semarang, Jateng, Selasa.

    Petinju Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat tersebut bakal mempertahankan gelar yang kedua kalinya menghadapi petinju Jepang tersebut di Balai Sarbini Jakarta, 5 Februari 2016.

    Selama berkarier di dunia tinju, lawan yang pernah dihadapi Daud Yordan di antaranya berasal dari Uganda (Maxwell Awuku dalam pertarungan perebutan gelar di Surabaya), dari Filipina (Ronald Pontilas di Pontianak), Afrika Selatan (Sipho Taliwe di Australia), Argentina (Daniel Eduardo Bruzuela di Australia), dan Afrika Selatan (Simpiwe Vetyeka).

    Kemudian, dari Mongolia (Choi Tseveenpurev di Singapura), Filipina (Lorenzo Villanueva di Singapura), Amerika Serikat (Frankie Archuleta di Australia), Indonesia (Chris John di Indonesia), Panama (Celestino Caballero di Amerika Serikat), dan lain sebagainya.

    Ketika ditanya bagaimana gaya bertinju petinju dari Jepang, petinju kelahiran Sukadana Kalimantan Barat, 10 Juni 1987, tersebut mengatakan bahwa petinju dari Jepang biasanya memiliki gaya bertarung "bandel" dan pantang menyerah.

    "Untuk menghadapi petinju yang memiliki gaya bertarung seperti tersebut, tentu saja saya memiliki strategi khusus. Yang terpenting adalah jangan terburu-buru," katanya.

    Pertarungan melawan petinju Jepang mendatang merupakan yang kedua kalinya bagi Daud Yordan untuk mempertahankan gelar juara WBO Asia Pasifik. Daud berhasil mempertahankan gelar yang pertama kali setelah menang angka atas petinju Uganda Maxwell Akuwu di Surabaya, Jatim, 6 Juni 2015.

    Ia merebut gelar juara WBO Asia Pasifik setelah menang KO ronde kelima atas petinju Filipina Ronald Pontilas di Pontianak, Kalbar, beberapa waktu lalu.

    Sebelum menjadi juara kelas ringan WBO Asia Pasifik, Daud Yordan sempat merebut gelar juara dunia kelas ringan IBO setelah menang atas petinju Argentina Daniel Eduardo Brizuela di Australia, 6 Juli 2013.

    Daud Yordan kemudian sempat mempertahankan gelar tersebut dengan mengalahkan petinju Afrika Selatan Sipho Taliwe di Australia, 6 Desember 2013.

    Sebelum berkecimpung di kelas ringan, Daud Yordan juga sempat menjadi juara dunia kelas bulu IBO saat menang dengan KO ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012.

    Ia sempat mempertahankan gelarnya sekali setelah menang atas petinju Mongolia Choi Tseveenpurev di Singapura, 9 November 2012, sebelum akhirnya kalah dari petinju Afrika Selatan lainnya, Simpiwe Vetyeka, di Jakarta, 14 April 2013.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.