Jelang PON, Dance Sport Jalani Try Out di Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari Indonesia, Ferrol Matthew dan Poulan Muliany Rambe (kanan) tampil dalam kompetisi Tanggo Salon pada Kejuaraan Dunia Dansa Tango ke-13 di Buenos Aires, Argentina, 26 Agustus 2015. Kemenangan ini disambut gembira oleh penggemar dansa tango di tanah air. JUAN MABROMATA/AFP/Getty Images

    Penari Indonesia, Ferrol Matthew dan Poulan Muliany Rambe (kanan) tampil dalam kompetisi Tanggo Salon pada Kejuaraan Dunia Dansa Tango ke-13 di Buenos Aires, Argentina, 26 Agustus 2015. Kemenangan ini disambut gembira oleh penggemar dansa tango di tanah air. JUAN MABROMATA/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Sulawesi Selatan akan menjalani try out di Malaysia pada 12 Maret 2016. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat pada 17-29 September 2016.

    Try out ini memang sudah menjadi agenda tahunan. Jadi kita berangkat tanggal 10 Maret,” ucap Ketua IODI Sulawesi Selatan, Lie Tanser, Kamis, 4 Februari.

    Namun, menurut Lie, atlet yang diboyong tersebut tidak semua lolos di PON. Sebab, pihaknya hanya membawa dua pasang, yakni Ivan yang berduet dengan Vani dalam kategori rising star Latin dan David yang berpasangan dengan Devi dalam kategori free amateur. “Jadi empat atlet kita tidak bawa karena yang lolos PON ada empat pasang,” tuturnya.

    Lie menyebutkan atlet yang tak diberangkatkan, seperti Robby yang berpasangan dengan Anita pada kategori amateur Latin serta Ade Triputra dengan Gabrella Sofian pada kategori free for all Latin. “Mereka ini sengaja disimpan karena memang kelasnya berlaga di Eropa,” ujarnya.

    Ia mengakui pihaknya memang rutin menjalani try out di luar negeri, termasuk melawan tim Malaysia. Hal ini dilakukan untuk menambah jam terbang dan membentuk mental beberapa atlet sebelum tampil di PON. “Kalau gerakan, teknik atlet sudah mulai bagus. Jadi kita berpeluang rebut medali di PON,” ujar Lie.

    Sebelumnya, ia menjelaskan, pihaknya juga berpeluang merebut medali emas pada PON, Riau 2012. Namun dance sport batal dipertandingkan. Padahal atlet sudah siap tampil. Dance batal dilombakan lantaran kontingen yang hadir tidak banyak. “Tapi karena kita sportif, ya terpaksa juga mundur karena seingat saya hanya enam kontingen yang hadir,” ucapnya.

    Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan Nukhrawi Nawir sangat mendukung kegiatan dance sport ini. Karena, menurut Nukhrawi, dance sport memang setiap tahun menggelar try out di luar negeri. Jadi seluruh program latihan mereka sudah dirancang. “Kami memang selalu mendukung kegiatan yang dilakukan dance sport. Apalagi mereka sudah merancangnya setiap tahun,” ujar Nukhrawi.

    Untuk itu, dia berujar, pihaknya bakal membantu secara finansial. Sebab, dance sport ini merupakan kategori pertama di PON, yang ditarget mampu meraih medali emas. “Proposalnya sudah masuk di KONI, tinggal kita mau lihat apa saja yang bisa dibantu,” tuturnya.



    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.