Nishikori Juara di Memphis untuk Keempat Kalinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Jepang, Kei Nishikori meleuapkan kegembiraannya setelah berhasil mengalahkan lawannya Guillermo Garcia-Lopez dengan 7-5 2-6 6-3 6-4  pada pertandingan babak ketiga Australia terbuka di Melbourne, Australia, 22 Januari 2016. AP/Vincent Thian

    Petenis asal Jepang, Kei Nishikori meleuapkan kegembiraannya setelah berhasil mengalahkan lawannya Guillermo Garcia-Lopez dengan 7-5 2-6 6-3 6-4 pada pertandingan babak ketiga Australia terbuka di Melbourne, Australia, 22 Januari 2016. AP/Vincent Thian

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis Jepang Kei Nishikori untuk keempat kalinya meraih juara turnamen ATP Memphis Terbuka, dengan mengalahkan pemain muda tuan rumah AS Taylor Fritz 6-4, 6-4 pada babak final Minggu (Senin pagi WIB).

    Nishikori, peringkat tujuh dunia dan unggulan pertama dalam turnamen ini, kini telah memenangi 11 trofi ATP dalam karirnya. Pada turnamen Memphis ini ia telah mencatat kemenangan 17 kali berturut-turut.

    Nishikori bersama Roger Federer, Novak Djokovic dan Rafael Nadal tercatat sebagai pemain aktif yang pernah empat kali berturut-turut memenangi sebuah turnamen.

    "Ini mengejutkan dan belum pernah saya catat sebelumnya. Ini suatu yang baru, dan saya sangat senang," kata Nishikori seusai menerima trofi berbentuk gitar di Memphis seperti dikutip AFP.

    Fritz, 18 tahun, yang baru tiga kali tampil di turnamen level ATP, merupakan petenis termuda AS yang mencapai final ATP setelah Michael Chang yang menjadi juara di Wembley pada 1989 saat usia 17 tahun.

    "Pekan ini luar biasa bagi saya. Ia (Nishikori) terlalu tangguh bagi saya hari ini," kata Fritz yang peringkat dunianya bakal naik dari 145 ke 103.

    Nishikori mengatakan bahwa Fritz punya masa depan yang cerah dan tidak lama lagi bakal masuk dalam deretan pemain top dunia.

    Fritz tahun lalu menjuara AS Terbuka Junior dan memulai debut ATP di Nottingham tahun 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.