Jelang PON, Taekwondo Kaltim Kontrak 2 Pelatih Asal Korea

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Taekwondo. TEMPO/Seto Wardhana

    Ilustrasi Taekwondo. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Samarinda - Taekwondo Kalimantan Timur resmi mendatangkan dua pelatih asal Korea Selatan, Rabu, 24 Februari 2016. Mereka akan dikontrak untuk membesut atlet lokal di dua kategori, gyorugu dan poomsae, pada Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat, September 2016.

    Ketua Pengurus Taekwondo Kalimantan Timur Andi Harun mengatakan dua pelatih asing yang dikontrak, Lee Sung Jae dan Lee Jae Wook, dituntut meningkatkan preatasi atlet untuk mengejar target lima emas di ajang olahraga nasional empat tahunan itu.

    Lee Sung Jae khusus melatih kategori gyorugi dan Lee Jae Wook untuk kategori poomsae. "Mereka kami kontrak hingga PON nanti," kata Andi Harun di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur, Rabu, 24 Februari 2016.

    Pada kualifikasi PON 2015  taekwondo Kalimantan Timur berhasil meraih lima medali emas, poomsae meraih empat emas dan satu emas lainnya dari gyorugi. Andi  menuturkan untuk nomor di PON  ada pengurangan pertandingan. Namun dia tetap menargetkan poomsae meraih dua emas dan sisanya tiga emas dari gyorugi. "Ini target realistis, berkaca dari hasil pra-PON kemarin," kata dia.

    Lee Jae Wook berujar tak membantah soal  target medali yang dibebankan kepadanya. Namun menilik dari perkembangan latihan atlet Kalimantan Timur, dia optimistis target dua emas dari nomor poomsae busa tercapai. "Minimal dua emas kita dapat," kata dia.

    Lee Sung Jae juga yakin nomor gyorugi bisa menyabet tiga emas. Apalagi  kondisi atlet terus menunjukkan progres positif. Dirinya mengaku ada pembaruan teknik saat latihan. "Soal pengalaman juga akan menjadi program latihan, soal teknik juga harus ada perbaikannya," kata Lee.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.