Piala Davis, Indonesia dan Vietnam Rahasiakan Tunggal Kedua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Indonesia Sunu Wahyu Trijati mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Iran Anoosha Shahgholi pada pertandingan kedua nomor tunggal babak pertama kualifikasi Piala Davis di lapangan utama Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring, Palembang, Sumsel, 6 Maret 2015.  ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Petenis Indonesia Sunu Wahyu Trijati mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Iran Anoosha Shahgholi pada pertandingan kedua nomor tunggal babak pertama kualifikasi Piala Davis di lapangan utama Stadion Tenis Bukit Asam, Jakabaring, Palembang, Sumsel, 6 Maret 2015. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang pertandingan Piala Davis Babak Pertama Grup II Zona Asia Oseania di Stadion Tenis Gelora Manahan Solo, baik Indonesia maupun Vietnam menerapkan strategi serupa.

    Kedua regu bakal mengandalkan ketangguhan petenis utamanya, yakni Christopher Rungkat (ATP 462) di kubu tuan rumah dan Nam Hoang Ly (ATP 884)di tim tamu. Namun, dua negeri kawasan Asia Tenggara ini masih menyegel rapat nama yang akan diturunkan sebagai tunggal kedua.
             
    “Kami telah saling mengenal permainan petenis Indonesia. Tim kami terdiri dari petenis muda dan semuanya telah siap tampil menghadapi pertandingan Piala Davis,” tutur anggota skuat Vietnam, Thien Nguyen Hoang.

    Senada dengan tim tamu, kapten tak bermain tim Merah Putih, Roy Therik, pun menandaskan bahwa pasukannya telah berlatih keras dan siap tempur bertanding melakoni laga Piala Davis yang berlangsung 4-6 Maret 2016 itu.

    “Kami belum melakukan team meeting untuk memutuskan siapa tunggal kedua yang akan mendampingi Christo di hari pertama,” ucap Roy, pria yang dalam struktur Pelatnas Tenis kini menempati posisi High Performance Director itu.
              
    Dalam analisis Roy sepanjang persiapan tim, dari training camp di ITS Tennis Centre Olomouc, Republik Ceko hingga persiapan akhir di National Tennis Centre Singapura itu, semua petenis telah menunjukkan performa yang meningkat.
              
    “Sunu sebagai petenis paling senior justru paling pesat perkembangannya. Tapi saya lebih cenderung memasangnya pada hari kedua untuk mengamankan poin ganda. Adit juga makin solid, sementara David selalu ‘menggoda’ untuk diturunkan karena boleh dibilang dialah juaranya latihan,” lanjutnya.

    Posisi tunggal kedua memang terbilang rawan bagi tim tuan rumah. Aditya Hari Sasongko, David Agung Susanto dan Sunu Wahyu Trijati punya rekor buruk ketika tampil dalam kejuaraan yang memperebutkan lambang supremasi tenis beregu putra dunia ini. Aditya menorehkan catatan menang kalah 3-5, David 5-13 dan Sunu 5-8.
              
    “Tapi saya siap bila diturunkan sebagai tunggal kedua. Dan saya yakin bisa menyumbang angka bagi Indonesia,” tutur Aditya, petenis asal Baki, Sukoharjo, Jateng, ini.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPnBM Nol Persen, Cara Mudah Hitung Harga Mobil Baru Honda Brio

    Harga baru berlaku setelah penerapan PPnBM Nol Persen mulai Senin, 1 Maret 2021. Diskon terhadap PPnBM ini berlaku pula untuk Honda Brio.