Balap Sepeda Tour de Langkawi Dimenangi Pebalap Afsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto multiple exposure pembalap sepeda melintasi tanjakan ekstrim kelok 44 saat Tour De Singkarak Etape Kedelapan di Agam, Sumatera Barat, 10 Oktober 2015. Ahad Kazemi Sarai dari Tabriz Petrochemical Team Iran menjadi yang tercepat pada etape delapan Tour de Singkarak (TDS) 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    Foto multiple exposure pembalap sepeda melintasi tanjakan ekstrim kelok 44 saat Tour De Singkarak Etape Kedelapan di Agam, Sumatera Barat, 10 Oktober 2015. Ahad Kazemi Sarai dari Tabriz Petrochemical Team Iran menjadi yang tercepat pada etape delapan Tour de Singkarak (TDS) 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Reinardt Janse van Rensburg menjuarai kejuaraan balap sepeda Le Tour de Langkawi 2016 di Malaysia setelah pebalap dari tim Dimension Data itu mengumpulkan waktu tercepat dalam menyelesaikan delapan etape yang dilombakan.

    Pebalap asal Afrika Selatan itu berdasarkan data dari www.ltdl.com.my yang dipantau dari Jakarta, Rabu, mengumpulkan total catatan waktu 28 jam 31 menit 21 detik dalam menyelesaikan jarak tempuh 1.178 km. Yellow jersey sebagai pimpinan lomba dipegang sampai akhir kejuaraan.

    Kemenangan pebalap dengan nomor start enam terbilang cukup istimewa karena diraih dengan tidak perlu menjadi juara etape. Namun, catatan waktunya tidak bisa dikejar oleh pemenang di empat etape yaitu Andrea Guardini dari Astana Pro Team.

    Andrea Guardini membuka kemenangannya dietape pertama. Selanjutnya dietape lima, tujuh dan delapan. Untuk sisanya direbut oleh Andrea Palini dari Skydive Dubai Pro Team, John Murphy dari United Healthcare Pro Cycling Team, Miguel Angel Lopez dari Astana Pro Team dan Jacub Mareczko dari Southeast Venezuela.

    Bagi Andrea Guardini, meski tidak bisa menjadi juara umum, tetap menorehkan sejarah dengan mengumpulkan kemenangan sebanyak 22 kali selama turun di Le Tour de Langkawi. Khusus untuk tahun ini, pebalap asal Italia ini tetap berhak memegang green jersey sebagai predikat raja sprint.

    Predikat raja tanjakan (polkadot jersey) direbut oleh pebalap asal China yang memperkuat Hengxiang, Wang Meiyin. Hingga akhir balapan perolehan poin pebalap dengan nomor start 123 itu tidak bisa terkejar lawan dengan 49 poin. Polkadot jersey ini bahkan dipegang sejak etape pertama.

    Sedangkan predikat pebalap Asia tercepat (white jersey) direbut oleh pebalap tuan rumah Othman MD Adiq Husainie dengan total catatan waktu 28 jam 32 menit 31 detik. Khusus untuk juara ketegori tim direbut oleh United Healthcare Profesional CT dengan total catatan waktu 85 jam 35 menit 15 detik.

    Sementara itu, satu-satunya tim asal Indonesia yaitu Pegasus Continental Cycling Team ternyata kurang beruntung dibandingkan tahun sebelumnya. Predikat juara umum tim kejuaraan dengan kategori 2 HC harus terlepas dan saat ini hanya berada diposisi 19 dari 22 tim yang berlaga.

    Pada salah satu kejuaraan bergengsi di Asia itu, Pegasus menurunkan pebalap yang berbeda dibandingkan musim lalu. Bahkan, untuk tahun ini menggunakan jasa Ryan Macanally. Pebalap asal Australia ini bahkan mampu menembus 10 besar pada salah satu etape yang dilombakan.

    Prestasi tertinggi pebalap Pegasus adalah Agung Ali Sahbana yang berada diposisi 53 dari 121 pebalap yang menyelesaikan kejuaraan yang didukung penuh oleh Kementeria Belia dan Sukan Malaysia itu. Adapun total catatan waktunya adalah 28 jam 42 menit 49 detik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.