Lleyton Hewitt Kembali dari Pensiun Demi Piala Davis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Australia, Lleyton Hewitt. REUTERS/David Gray

    Petenis Australia, Lleyton Hewitt. REUTERS/David Gray

    TEMPO.COJakarta - Lleyton Hewitt sudah memutuskan pensiun di sela perhelatan Australia Terbuka, Januari 2016. Usianya sudah 35 tahun. Namun kini mantan pemain nomor satu dunia itu terpaksa kembali mengangkat raket dan bermain pada Piala Davis.

    Hewitt terpaksa tampil lagi di arena untuk menggantikan yuniornya, Nick Kyrgios, yang ternyata masih belum fit untuk bermain pada Piala Davis. Nick akan bermain saat Australia menjamu Amerika Serikat di Melbourne, 4-6 Maret 2016, pada babak I Piala Davis Grup Dunia. Selain sebagai pemain, Hewitt juga memegang jabatan kapten tim. 

    Menurut Hewitt, Kyrgios tak juga menunjukkan tanda membaik, ia sudah mempersiapkan diri untuk bermain. Padahal, ketika mengumumkan pensiun, bapak tiga anak itu sudah begitu yakin tak akan mengayun raket lagi dalam ajang kompetitif.

    "Hasil latihan saya cukup baik dan kami memiliki tim yang bagus untuk diturunkan. Saya juga yakin kami bisa menang," ujar Hewitt seperti dikutip AAP.

    Hingga sehari sebelum pertandingan, Hewitt belum mau memastikan apakah ia benar-benar akan bermain atau hanya mencadangkan dirinya apabila ada pemain lain yang tak bisa tampil. Sebagai pengganti Kyrgios di tunggal, Hewitt menyiapkan Sam Groth untuk mendampingi Bernard Tomic. 

    Di ganda, tuan rumah menyiapkan John Peers, yang bukan tak mungkin akan berpasangan dengan Hewitt. Hewitt juga bisa saja bermain tunggal pada hari terakhir bila Groth diturunkan di ganda.

    Kapten tim Amerika Serikat, Jim Courier, mengaku tidak kaget dengan perubahan yang terjadi pada tim lawan. Ia memang sudah menduga Hewitt bakal turun gunung. Mantan petenis nomor satu dunia itu sudah melihat bagaimana Hewitt berlatih sepanjang minggu.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.